Ilustrasi

Oleh: Bantolo

Kawanuainside.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejak beberapa bulan ini harga rokok mulai merangkak naik. Imbasnya rokok memberi andil terhadap inflasi.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan tersebut berkaitan dengan rencana pemerintah untuk menaikkan cukai rokok mulai Januari 2020. “Saya pikir kenaikan ini terjadi karena pedagang mengantisipasi rencana kenaikan cukai rokok,” kata Suhariyanto di kantor BPS, Senin (2/12).

Dia menyebutkan kenaikan harga rokok rata-rata sekitar 0,70 persen. “Naiknya pelan-pelan dan Ini terjadi pada 50 Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 82 kota yang kita pantau harga rokok mulai naik,” jelasnya.

Suhariyanto menambahkan, kenaikan tertinggi pada Kota Sibolga sekitar 4 persen. Kemudian Kota Tegal, Madiun, Semarang, Pontianak dan Bekasi masing-masing naik sebesar 2 persen. “Kenaikan secara gradual ini agar para perokok tidak kaget akan kenaikan rokok tersebut,” ujar dia.

Adapun rokok masuk dalam kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang tercatat inflasi sebesar 0,25 persen dan andil terhadap inflasi sekitar 0,04 persen. Komoditas dominan yakni rokok kretek dan rokok kretek filter masing-masing 0.01 persen. (*/RTG/Dry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here