Nadine Chandrawinata. Foto: Istimewa

Oleh: Anisa Tri K

Kawanuainside.com, Jakarta – Setiap harinya, suhu bumi berpotensi makin meningkat. Akibatnya, musim kemarau berlangsung lebih panjang, pelepasan emisi semakin besar dan lapisan ozon semakin menipis.

Perubahan iklim kini menjadi tantangan besar kehidupan manusia dan menjadi faktor penentu keselamatan bumi. Indonesia sendiri memegang peranan penting terhadap perubahan iklim.

Mengingat Indonesia memiliki hutan ke-3 terluas di dunia dengan hutan tropis dan hutan hujan yang terletak di Kalimantan dan Papua. Para generasi muda, diharapkanmemiliki kesadaran dan kepedulian yang lebih tinggi untuk tetap bisa menjaga keberlangsungan bumi.

Mantan Putri Indonesia, Nadine Chandrawinata, yang juga merupakan seorang aktris, aktivis lingkungan, serta co-founder Sea Soldiers menyerukan pada seluruh generasi muda untuk menjadi agen perubahan lingkungan.

“Kita tinggal bersama di bumi ini, demikian pula anak cucu kita. Bumi kita hanya satu, oleh karenanya kita tidak boleh menjadi generasi tumpul. Pemuda Indonesia harus turut berpartisipasi aktif demi kelestarian bumi ini, sekarang juga,” ujarnya dalam acara Pekan Diplomasi Iklim 2019 di Jakarta, Sabtu (5/10).

Bertemakan ‘Climate Change 101 for Youth’ yang diinisiasi oleh komunitas pecinta lingkungan Climate Rangers ini merupakan bagian dari Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa 2019 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh dunia mulai 23 September-6 Oktober 2019.

Acara yang digagas oleh delegasi Uni Eropa untuk Indonesia ini, mengampanyekan pentingnya peranan anak muda terhadap perubahan iklim.

Untuk mewujudkan gerakan positif ini, Akita Arum Verselita, Data Research Analyst and Media Outreach Mongabay Indonesia melihat jika saat ini, terdapat tren positif, dimana generasi muda sudah mulai terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan, terutama melalui media sosial.

“Generasi muda Indonesia sangat piawai menggunakan media sosial untuk menunjukkan eksistensinya. Nah, mari kita lebih bijak menggunakan media sosial untuk menyuarakan pesan-pesan aksi lingkungan,” ujar Arum.

Diharapkan, kerja keras para generasi muda dalam memecahkan persoalan-persoalan perubahan iklim ini, bisa membuat perubahan sekecil apapun di kehidupan sehari-hari. Seperti menghentikan penggunaan limbah plastik, melakukan penanaman pohon, hingga menerapkan gaya hidup sehat. (*/RTG/Dry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here