Grafik pertumbuhan ekonomi Sulut Triwulan I 2019

Oleh Ronald Ginting |

kawanuainside.com, Manado – Kabar baik untuk perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) di 2019, sebab Badan Pusat Statistik Sulut mencatat angka pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan I tahun 2019 tumbuh 6.58 persen dibanding triwulan I tahun 2018. Namun secara quarterly to quarterly (q to q) justru menurun 11.50 persen.

Saat pelaksanaan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Sulut, Senin (6/5), Kepala BPS Sulut, Ateng Hartono mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulut triwulan I tahun 2019 didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang yang tumbuh 12.27 persen. Diikuti oleh Pertanian, Kehutanan dan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 11.75 persen, dan jasa lainnya sebesar 9.89 persen. Untuk pengadaan air, dipengaruhi oleh peningkatan kualitas pelayanan air di Minahasa Utara dan di Minahasa.

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT yang tumbuh 18.69 persen,” tambah Ateng.

Ateng mengungkapkan perekonomian Sulut berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I 2019 mencapai 29.41 triliun rupiah dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 20.49 triliun.

“Untuk struktur PDRB Sulut menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I tahun 2019 tidak banyak berubah. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih mendominasi dengan presentase sebesar 21.23 persen,” tandasnya kepada yang hadir di BRS Badan Pusat Statistik Sulut. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here