Pemusnahan barang terlarang terbang dari bandara Sam Ratulangi Manado.

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Menjelang Natal, Airport Security Bandara Sam Ratulangi Manado kembali menggelar pemusnahan prohibited items atau barang yang dilarang dibawa dalam penerbangan. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan; PM 80 Tahun 2017 Tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

Prohibited items yang dimusnahkan, merupakan barang milik penumpang yang tidak diizinkan untuk diberangkatkan dengan alasan keamanan, baik di kabin maupun bagasi yang selanjutnya barang tersebut tidak diambil lagi oleh pemiliknya.

General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai menuturkan, barang yang dimusnahkan pada Kamis (12/12), meliputi minuman keras jenis cap tikus (flammable liquid) sebanyak 62 liter, korek api dengan bahan bakar gas sebanyak 2 kardus (seberat 30 kg), benda tajam sebanyak 1 kardus yang terdiri dari gunting, pisau, cutter, dan obeng, serta berbagai jenis tabung aerosol sebanyak 50 buah dan powerbank sebanyak 73 unit.

“Prohibited items berupa cairan dan power bank tersebut dimusnahkan dengan cara dituangkan ke dalam wadah berisi air kemudian direndam. Hasil limbah tersebut diserahkan ke unit terkait untuk penanganan secara khusus sesuai ketentuan,” jelas Minggus melalui keterangan resminya.

Berbeda dengan momen pemusnahan prohibited items sebelumnya, sebanyak 57 kg pakaian layak pakai dan bantal leher yang tidak diambil pemiliknya, diserahkan kepada Ketua Persekutuan Oikumene Umat Kristen Bandara Sam Ratulangi Manado untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

“Prohibited items yang dimusnahkan dan barang tertinggal ini merupakan barang-barang yang sudah tidak diambil pemiliknya periode Juli hingga Oktober 2019. Pemusnahan ini juga merupakan bahan edukasi kepada pengguna jasa bahwa barang-barang prohibited items yang ditahan dan tidak diambil pemiliknya akan kita musnahkan,” tulisnya.

Hal ini, kata Minggus, demi keamanan dan keselamatan penerbangan. Sedangkan barang tertinggal yang masih layak pakai diserahkan ke Persekutuan Oikumene Umat Kristen yang akan diserahkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Di satu sisi, kegiatan pemusnahan prohibited items ini juga bertepatan dengan pertemuan Airport Security Comittee (ASC) Bandara Sam Ratulangi Manado. Pada pertemuan tersebut dibahas juga upaya peningkatan keamanan menyambut Natal dan Tahun Baru.

“Kita membahas juga koordinasi penanganan tindakan melawan hukum di bandara, serta penyampaian tugas-tugas Komite Keamanan Bandara,” papar Minggus.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan instansi terkait keamanan penerbangan yaitu Otoritas Bandara, Lanud AL, Lanud AU, POM AU, Polres Manado, Polsek Bandara, SAR, Brimob, Airlines, Ground Handling, BNN, BMKG dan CIQ.

“Pertemuan ASC ini adalah bentuk sinergi Bandara Sam Ratulangi dengan instansi terkait guna meningkatkan keamanan bandar udara. Kami terus berusaha bersinergi, sehingga ke depan ketika terjadi suatu keadaan, masing-masing instansi telah memahami tugasnya,” ungkap Minggus. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here