Komika Shane Gillis dipecat dari acara sketsa komedi karena konten stand up bernada rasis. Foto: rolling stone

Oleh: Anisa Tri K

Kawanuanside.com Jakarta – Acara sketsa komedi Amerika Serikat, Saturday Night Live (SNL) dikabarkan memecat salah satu komika baru mereka, sesaat setelah muncul video bernada rasis yang mencerca tentang orang-orang Cina.

Komika yang dimaksud adalah Shane Gillis. Pria berusia 31 tersebut mendapat kecaman, setelah sebuah rekaman dirinya yang tengah memberikan materi stand up bernada rasisme.

“Setelah berbicara dengan Shane Gillis, kami telah memutuskan bahwa ia tidak akan bergabung dengan SNL,” kata seorang juru bicara SNL.

Seperti yang Gillis menulis di akun Twitter pribadinya, bahwa ia menghormati keputusan acara itu. “Tentu saja saya ingin kesempatan untuk membuktikan diri di SNL, tetapi saya mengerti itu akan terlalu mengganggu,” katanya.

Ungkapan itu, tepat seminggu setelah diumumkan ia akan bergabung dengan acara NBC. Juru bicara SNL mengatakan dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin (16/9) bahwa keputusan untuk memecat Gillis merupakan keputusan yang telah didiskusikan bersama para komika lainnya.

“Kami ingin SNL memiliki berbagai suara dan sudut pandang dalam pertunjukan, dan kami merekrut Shane dengan kekuatan bakatnya sebagai pelawak dan audisinya yang mengesankan untuk SNL,” ujar juru bicara SNL.

Perwakilan SNL tersebut mengatakan, jika bahasa yang digunakan Gillis menyinggung, menyakitkan dan tidak dapat diterima.”Kami minta maaf karena kami tidak melihat klip ini sebelumnya, dan bahwa proses pemeriksaan kami tidak sesuai dengan standar kami.” paparnya.

Dikabarkan, dalam salah satu episode lainnya, Gillis melemparkan topik bernada penghinaan. Ia menggunakan kata homofobik untuk menggambarkan produser Hollywood Judd Apatow dan komedian Chris Gethard.

Menanggapi tuduhan miring mengenai dirinya, Gillis berkomentar berisi pembelaan di Twitter dengan mengatakan bahwa dia adalah seorang komedian “yang mendorong batas-batas”. “Niat saya adalah untuk tidak pernah menyakiti siapa pun tetapi saya berusaha untuk menjadi komedian terbaik yang saya bisa dan kadang-kadang itu membutuhkan risiko.” ujarnya.

Tidak lama setelah rekaman diedarkan, Good Good Comedy Theatre di Philadelphia, kampung halaman Gillis, mengatakan di Twitter bahwa klub tersebut sengaja memilih untuk tidak bekerja dengannya karena ia sering membuat materi stand up berbau rasisme, seksisme, homofobia, baik di dalam maupun di luar panggung. (RTG/PS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here