Oleh: Nurcholis

Kawanuainside.com, Den Haag – Pemerintah Belanda melarang penggunaan pemakaian penutup wajah seperti burqa atau niqab di gedung-gedung publik dan transportasi umum yang mulai diberlakukan sejak hari Kamis (1/8).

Dilaporkan ada sebanyak 200 dan 400 wanita mengenakan burqa atau niqab di negara tersebut.

Undang-undang melarang penggunaan penutup wajah di gedung-gedung publik disahkan pada Juni 2018 setelah lebih dari satu dekade perdebatan.

“Sampai hari ini, penggunaan penutup wajah dilarang untuk fasilitas pendidikan, lembaga publik dan bangunan serta rumah sakit dan transportasi umum,” kata Kementerian Dalam Negeri Belanda dalam sebuah pernyataan dikutip AFP.

Pernyataan itu menambahkan bahwa larangan itu sangat penting untuk diterapkan di tempat-tempat umum.

Selain burqa, larangan juga berlaku untuk penutup wajah dari kain, topeng, helm saat berada di sekolah, fasilitas kesehatan, transportasi umum, atau institusi-institusi pemerintah.

Kementerian Dalam Negeri Belanda mengatakan, pihak berwenang akan turun tangan dan akan memberikan denda bagi pelanggar peraturan ini.

Harian Belanda, Algemeen Dagblad, dikutip Anadolu menyebutkan pelanggaran larangan itu akan menanggung denda sebesar 165 dolar AS.

Larangan ini, bagaimanapun membuat resak kaum ​​, khususnya para perempuan yang mengenakan cadar.

Kelompok Amnesty International menentang larangan itu yang dianggap membatasi kebebasan beragama.

Partai Nida Belanda, yang didirikan oleh umat Islam, kepada Anadolu Agency mengatakan siap menanggung denda yang dikenakan ke para perempuan yang memilih mengenakan burka.

Saat ini diperkirakan sekitar 150 wanita di Belanda mengenakan burka. (RTG/ck)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here