Pertemuan tingkat tinggi di Kota Kotamobagu membahas pencegahan inflasi. Foto: Humas Pemkot Kotamobagu.

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat beberapa bahan pokok menunjukkan kenaikan harga sepanjang 2019 kemarin. Melihat tren ini, BI Sulut meminta komoditas yang menyumbang inflasi perlu diperhatikan dengan baik oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kotamobagu.

“Sejak Januari hingga Desember 2019, BI mencatat beberapa komoditi cenderung di Kotamobagu mengalami kenaikan harga. Yang seperti ini sekiranya dikendalikan oleh TPID Kota Kotamobagu di 2020,” sebut Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat, saat dihubungi Kawanuainside.com, Kamis (20/2).

Arbonas bilang menjaga harga-harga komoditi yang bisa mempengaruhi inflasi daerah, memerlukan sinergitas antar instansi yang tergabung dalam TPID. Pasalnya kenaikan harga Kotamobagu mencapai 17%.

“Dinas Pertanian, Bulog, BPS, Dinas Perdagangan, dan Dinas Ketahanan Pangan harus bekerjsama untuk mencegah kenaikan harga,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu akan melaksanakan pogram dan kegiatan untuk pengendalian inflasi daerah sepanjang 2020 ini. “Kita lakukan program dan kegiatan stabilitas harga pangan, peningkatan kualitas konsumsi dan ketahanan pangan yang semuanya dilakukan OPD teknis di lingkup Pemerintah Kota,” ujar Nayodo dalam keterangan persnya.

Peningkatan produksi holtikultura dan kegiatan pasar murah juga bakal digenjot, supaya inflasi terkendali. Lanjutnya, pembinaan dan pengawasan dalam bidang pertambangan lebih difokuskan.

“Biar tidak terjadi kelangkaan BBM dan elpiji bersubsidi di Kotamobagu,” sebutnya singkat. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here