Cakalang fufu khas Sulawesi Utara

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Cakalang fufu adalah hidangan ikan cakalang olahan yang dibumbui, diasap dan dijepit dengan kerangka bambu. Makanan ini merupakan satu hidangan terbaik khas Sulawesi Utara.

Salah satu penjual cakalang (ikan tongkol) di Manado, Tesa mengatakan cara membuat cakalang fufu ini tidak susah. Menurutnya, setelah ikan cakalang dibersihkan dengan dibuang sisik dan jeroannya, daging ikan cakalang dibelah dua dan dijepit oleh kerangka penjepit bambu yang telah disiapkan sebelumnya.

“Dagingnya diolah dengan dibaluri garam dan bubuk soda. Selanjutnya ikan cakalang menjalani proses pengasapan dengan panas api dan asap. Panasnya harus merata hingga daging ikan cakalang matang dan kering,” sebut Tesa.

Proses ini, kata Tesa, menghabiskan waktu empat jam untuk pengasapan dan dua jam untuk pendinginan. Proses ini berlangsung hingga daging ikan cakalang berubah warna menjadi kemerahan dengan tekstur sedikit empuk, kering dan tidak berair.

“Prosesnya harus tepat, agar cakalang fufu dapat tahan disimpan dalam suhu ruang selama satu bulan, dengan demikian dapat didistribusikan ke seluruh Indonesia sebagai pangan hidangan laut olahan,” tuturnya.

Di Sulawesi Utara cakalang fufu adalah kerap dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Manado. Meskipun hidangan ini terkenal di seantero Indonesia Timur, lokasi produksi utamanya adalah kota Bitung, Sulawesi Utara.

Selama ini cakalang fufu dapat dikonsumsi tersendiri; dengan cara dipanaskan dan digoreng sebentar dalam minyak panas dan langsung dimakan dengan nasi dan dabu-dabu (sambal Minahasa), atau menjadi bahan untuk memasak hidangan lainnya.

Suwiran daging cakalang fufu dapat ditambahkan dalam berbagai hidangan seperti selada kentang, mi cakalang, atau dimasak rica-rica dengan cabai. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here