Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Dengan merebaknya virus corona di Indonesia dan beberapa negara, membuat banyak agenda berlibur masyarakat, termasuk di Sulawesi Utara jadi batal. Seperti yang dialami Melisa Sualang, salah satu masyarakat yang pupus keinginannya dan keluarga untuk berlibur ke Hongkong.

Melisa menceritakan seharusnya Senin (23/3) dia bersama dengan suami dan anak hendak mengunjungi Hongkong, transit Singapura. Padahal tiket keberangkatan sudah mereka beli sejak Agustus 2019 silam.

“Kami sudah membeli tiket promo saat Travel Fair Silkair pada Agustus lalu. Kami memilih keberangkatan hari ini sampai dengan 27 maret mendatang, menyesuaikan kalender pendidikan anak saya,” kata Melisa, Senin (23/3).

Melisa bilang akomodasi penginapan juga telah direservasi dari beberapa bulan lalu. Bahkan destinasi wisata yang dituju sudah dipersiapkan demi menyenangkan anak-anaknya.

“Rencana mau ke Disneyland Hongkong, Ocean Park Hongkong, ke Makau, dan mampir Universal studio singapore, dan beberapa tempat lainnya. Pokoknya spesial untuk dua anak kami yang tercinta,” ungkapnya.

Yang membuat sedih Melisa ialah anak bungsunya baru membuat paspor, sehingga harapan anaknya bisa bepergian bareng keluarga ke luar negeri. “Anak bungsu saya senang sekali paspornya sudah dibuat, dan hari-hari dia udah pingin sekali naik pesawat bareng keluarganya,” papar Melisa.

Dia menambahkan rencananya berubah 180 derajat saat di awal Januari 2020 mendengar wabah corona pertama di Wuhan, Cina yang menyebar hingga Hongkong, Shensen, Macau dan seputaran daratan china. Saat itu juga dia sekeluarga jadi mendua hati untuk melakukan perjalanan.

“Februari lalu kami dihubungi pihak maskapai yang menyatakan penerbangan dibatalkan dengan alasan travel warning ke negara pandemi covid-19 tersebut. Kami dimintakan mau reschedule, reroute atau refund. Ketika itu juga saya dan suami sepakat untuk membatalkan tiket serta meminta refund, termasuk pembatalan reservasi hotel,” tukas dia.

“Saya teringat sebuah kalimat yang menyatakan manusia berencana, Tuhanlah yang menentukan. Kami tidak pernah tahu bahkan tidak pernah mengira akan diperhadapkan dengan situasi seperti ini. Bencana ini hampir terjadi di seluruh bangsa,” ungkapnya sedih.

Kata dia, saat ini dia dan keluarga mendukung pemerintah untuk work from home dan social distancing. “Walaupun sempat berpikir untuk mencari alternatif liburan dalam negeri, tapi kami akhirnya tetap memilih keselamatan dan kesehatan keluarga nomor satu,” sebutnya.

Diketahui penerbangan dari Manado ke Davao dan Singapura hingga akhir Maret nanti dihentikan sementara. Alasannya sama yakni demi mencegah merebaknya virus covid-19. (RTG)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here