Korban prostitusi daring yang dilayani P2TP2A Sulut beberapa waktu lalu.

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Bekerja dari rumah, bukan berarti tidak melayani masyarakat. Itulah yang menjadi komitmen Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sulawesi Utara (Sulut).

Salah satunya dengan mengoptimalkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulut dalam melayani masyarakat. Namun bedanya kali ini yaitu seluruh pelayanan dilakukan dalam bentuk daring atau online.

“P2TP2A melayani pengaduan masyarakat, tapi dilakukan secara daring. Kita melakukannya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,” tutur Kepala Dinas PPPA Sulut, Mieke Pangkong saat dihubungi Kawanuainside.com Rabu (1/4).

Kata Mieke, masyarakat dapat mengadukan persoalannya menggunakan aplikasi Laker yang dapat diunduh di play store. Selain itu bisa menghubungi salah satu dari tiga nomor telepon ini.

“Silakan hubungi 081243441300, atau 081244022004, dan atau 082292222267. Saya pastikan petugas P2TP2A melayani aduan masyarakat dengan baik,” sebut Mieke.

Diterangkan Mieke bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara concern dengan penanganan masalah perempuan dan anak. Karena itu, pelayanan yang berkaitan dengan perempuan dan anak tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Hanya saja kali metodenya yang berbeda. Tapi tetap masyarakat dilayani dengan baik sebagaimana komitmen Pak Gubernur Olly Dondokambey dan Pak Wakil Gubernur Steven Kandouw. Jadi, diharapkan masyarakat jangan khawatir dengan kondisi yang terjadi saat ini,” tambah dia.

Dia turut mengajak sama-sama mendoakan agar persoalan covid-19 ini bisa segera teratasi. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here