Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Bandara Sam Ratulangi Manado akan memulai pelaksanaan pekerjaan fisik proyek perluasan gedung terminal, area parkir kendaraan, dan renovasi bangunan terminal eksisting di awal tahun 2020 ini. Langkah ini diambil guna meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa bandara kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara.

Upaya ini pun sudah ditandai dengan Kick Off Meeting Perluasan Terminal dan Fasilitas Penunjang Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado yang dipimpin langsung Lukman F. Laisa, Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero). Kegiatan itu dihadiri juga oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku pelaksana proyek, PT Penta Rekayasa sebagai konsultan perencana, PT Artefak Arkindo selaku konsultan manajemen konstruksi, dan seluruh jajaran pejabat Bandara Sam Ratulangi Manado.

Disampaikan Lukman bahwa nantinya luasan terminal Bandara Sam Ratulangi akan menjadi 57.296 meter persegi, sementara luas sebelumnya hanya 26.481 meter persegi. Perkiraan peningkatan kapasitas penumpang dari kondisi eksisting yang hanya mampu menampung 2,6 juta pax bertambah menjadi 5,7 juta pax per tahun.

“Manajemen menyadari bahwa pertumbuhan pergerakan penumpang di Bandara Sam Ratulangi ini cukup tinggi, utamanya arus wisatawan mancanegara yang terus meningkat setiap tahunnya. Karena itu dengan adanya proyek perluasan ini diharapkan agar Bandara Sam Ratulangi sebagai pintu gerbang udara di Provinsi Sulawesi Utara dapat memberikan kesan pertama yang menakjubkan bagi para penumpang yang baru tiba,” ujar Lukman.

Selain itu untuk menjaga kesan terakhir yang berkesan bagi penumpang yang akan meninggalkan Sulawesi Utara, dan utamanya menjaga tingkat kepuasan para pengguna jasa selama berada di Bandara Sam Ratulangi.

Lukman meminta seluruh pihak terkait melakukan komunikasi dan koordinasi, baik dengan internal maupun pihak eksternal, agar proyek perluasan ini dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, yakni pada akhir tahun 2020.

Perluasan bandara ini mengedepankan konsep budaya lokal yang dipadukan nuansa modern di bagian eksterior maupun interior. Adapun tampilan gedung terminal terinspirasi dari bentuk pohon nyiur serta penggunaan ornamen bermotifkan batik khas Sulawesi Utara.

General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguai, mengatakan dengan kick off meeting tersebut, maka pelaksana proyek diharapkan untuk segera dapat melakukan pekerjaan fisik, sehingga di Desember 2020, wajah baru Bandara Sam Ratulangi dapat dimanfaatkan para pengguna jasa, khususnya masyarakat Sulawesi Utara.

Tak lupa Minggus mengharapkan dukungan dari seluruh pihak agar proyek perluasan bandara kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai pada waktu yang telah ditentukan. “Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sulawesi Utara agar proyek perluasan ini dapat berjalan dengan lancar serta tepat waktu selesainya. Kami menginginkan wajah baru bandara kita ini jadi hadiah Natal 2020 bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” imbuhnya. (RTG)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here