Ilustrasi banjir Manado

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com Manado – Kasus dugaan korupsi dana hibah penanggulangan banjir di Kota Manado tahun 2014 memasuki babak baru yakni penanahan empat tersangka. Keempat tersangka, yakni NJT selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pemkot Manado, FDS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemkot Manado serta dua orang swasta berinisial YSR dan AYH ditahan Kejaksaan Agung, Senin (6/1) kemarin sekitar pukul 18.57 WIB.

“Keempatnya sudah kami tahan,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Adi Toegarisman lewat keterangan persnya, Selasa (7/1).

Tim penyidik sebelumnya juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Wali Kota Manado Vicky Lumentut. Adi menyampaikan tim penyidik masih bisa melakukan pemeriksaan terhadap Vicky. “Kan sudah dipanggil sebagai saksi. Nanti lihat perkembangan,” ujar Adi.

Kasus ini berkaitan dengan banjir yang melanda Kota Manado tahun 2014. Pemkot Manado menerima bantuan dana hibah dari pemerintah senilai Rp200 miliar. Dana itu masuk dalam anggaran Pemkot Manado tahun 2015 untuk rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman yang rusak.

“Ada Rp14 miliar dana pendampingan konsultan manajemen untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pemukiman dari total bantuan Rp200 miliar,” ucap Adi.

Dalam perjanjian hitam di atas putih, disebutkan sekitar 2.000 rumah yang harus direhabilitasi dan direkonstruksi. Sayangnya, hanya 1.000 rumah yang benar-benar diperbaiki. Karena itu negara diperkirakan mengalami kerugian sampai dengan Rp6 miliar.

“Negara dirugikan sampai Rp6 miliar banyaknya, karena ada yang fiktif. Tapi yang terpenting ialah bantuan bencana banjir itu yang diselewengkan, bukan nominal jumlahnya. Ini yang jadi perhatian kita,” tegasnya mengakhiri. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here