Jurani Rurubua menyalurkan bantuan bagi warga Manado

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Upaya membantu masyarakat Kota Manado di tengah wabah covid-19 tak berhenti dilakukan salah seorang anggota DPRD Manado, Jurani Rurubua. Bahkan yang teranyar, Jurani rela memberikan gaji dan tunjangannya selama dua bulan.

“Setiap bulan gaji saya senilai Rp30 juta, maka kalau dua bulan totalnya Rp60 juta. Saya akan sumbangkan semuanya kepada masyarakat Kota Manado, khususnya di Kecamatan Mapanget dalam bentuk sembako,” ujar Jurani saat dihubungi, Senin (1/4).

Dijelaskan Jurani bahwa sembako ini akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, atau kategori yang tidak memiliki gaji bulanan, yang punya usaha, sopir mikrolet. “Seperti PNS, pegawai swasta, BUMN, karyawan bank dan atau pegawai yg mempunyai gaji bulanan tidak akan diberikan bantuan,” terang Jurani.

Menurutnya, bakal ada 1.000 keluarga yang akan menerima bantuan. Namun tidak akan sampai di situ saja, Jurani memastikan bakal akan ada kelanjutan bantuan untuk 1.500 keluarga lainnya.

“Semuanya menggunakan dana pribadi di luar gaji dewan. Perminggu akan saya bagikan kepada 200 hingga 250 keluarga, dan sudah dimulai sejak kemarin,” ungkapnya lagi.

Calon penerima sembako sudah didata oleh tim kerja pada setiap wilayah kelurahan yang berkoordinasi dengan pimpinan-pimpinan agama di Kecamatan Mapanget. Bantuan akan disalurkan langsung ke rumah penerima.

“Saya minta warga untuk sabar menerima bantuan ini,” sebutnya.

“Saya tahu bahwa Tuhan mengajarkan apa yang kita beri tidak perlu diketahui orang banyak, saya memahami hal itu, Namun saat ini saya berada di ruang lingkup politik, dengan era yang berbeda. Berpolitik di zaman milenial yang begitu banyak tantangan, saya mencoba melakukan tugas dengan cara transparan kepada publik agar masyarakat pun bisa memahami cara kerja dan fungsi sebagai anggota dewan, dan paradigma lama bisa ditepis bahwa tidak selamanya anggota dewan itu hanya duduk diam dan duit,” sambung dia.

Pemberian ini, lanjut dia, tidak akan diberikan dengan stempel apapun, baik partai maupun pribadi, karena menurutnya pekerjaannya ini untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Terlebih tidak untuk dipuji namun untuk hormat kemuliaan nama Tuhan.

“Maafkan saya jika saya hanya memberikan kepada sebagian masyarakat, karena kapasitas saya hanya anggota dewan, bukan pimpinan yg memegang dan mengelola uang rakyat. Namun saya percaya masyarakat bisa memahami hal ini,” ungkapnya mengakhiri. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here