Ilustrasi

Oleh: Eko P

Kawanuainside.com, Dili – Serangan buaya pada manusia di Timor Leste meningkat tajam belakangan ini. Serangan buaya seperti meningkat lebih dari 20 kali lipat dalam dua dasawarsa.

Setiap bulan, rata-rata satu orang menjadi korban serangan buaya, meski tidak semuanya berakibat kematian.

Seperti kejadian yang dialami Mario da Cruz. Dia hanya bisa menyaksikan dengan penuh ketakutan ketika sekawanan buaya menyerang dan membunuh seorang anak kecil di pantai Timor Leste.

“Saya sedang berjalan di pantai dan tiba-tiba sekawanan buaya keluar dari laut. Saya panik dan lari, tapi salah satu dari buata itu sempat menggigit kaki saya,” kata Da Cruz.

“Seekor buaya lainnya menyerang seorang anak kecil yang kemudian mati di tempat,” katanya.

Da Cruz menuturkan kota Los Palos, di mana ia tinggal, mencatat lonjakan jumlah manusia yang diserang buaya.

Selepas dari Indonesia, banyak penduduk negara yang berjumlah 1,2 juta orang itu menggunakan sungai dan perairan lain untuk mencari sumber penghidupan mereka.

Menurut Da Cruz, ada orang yang diserang buaya ketika sedang memancing dengan menggunakan perahu kecil, atau sedang mandi dan mengambil air untuk minum.

Kenaikan jumlah serangan buaya itu membuat tingkat kematian 10 kali lebih tinggi dari penyakit malaria, kata Sebastian Brackhane dari Universitas Freiburg di Jerman yang mempelajari masalah buaya di Timor Leste. (RTG/EP/afp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here