Kepala Dinas PPPA Sulut Mieke Pangkong. Foto: Istimewa.

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulawesi Utara sudah menampung empat perempuan yang digagalkan Polresta Manado berangkat ke Papua Barat, Sabtu (18/1). Empat perempuan ini diduga menjadi korban human trafficking dengan modus dipekerjakan di tempat hiburan malam.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Daerah Sulut, Mieke Pangkong.

“Iya benar kami sudah tampung mereka di P2TP2A Sulut. Ini bukti koordinasi yang cepat antara Polresta Manado dengan Pemprov Sulut,” kata Mieke di ruang kerjanya, Senin (20/1).

Di ruang P2TP2A, jelas Mieke, keempat korban didampingi dan diedukasi oleh konselor dan juga tokoh agama. Korban juga akan diberikan pencerahan agar tidak melakukannya lagi.

“Kita akan mendalami alasan mereka bisa menerima tawaran kerja itu. Selain itu, mereka akan didampingi lebih lanjut dan diberikan pembinaan,” ujar Mieke.

Dia menuturkan pihaknya akan memanggil juga pihak keluarga, apakah ada keterlibatan keluarga dalam upaya dugaan perdagangan manusia tersebut. “Bila terlibat, kita bisa pidanakan juga anggota keluarga mereka itu,” tegas dia.

Disebutkan Mieke juga bahwa pelaku atau dalang sesungguhnya dari kejadian itu harus dicari dan diproses hukum. Mengingat kasus trafficking ini sudah melanggar hak asasi manusia. “Kami mengharapkan sinergitas Polresta Manado, Dinas PPPA dan P2TP2A Sulut untuk bisa mengungkap dalang kejadian itu,” tegas dia lagi.

Di satu sisi dia mengimbau agar seluruh masyarakat Sulut tidak terpukau dengan berbagai tawaran menggiurkan. Apalagi dengan embel-embel pekerjaan mendapatkan gaji sangat besar.

“Mereka yang lemah ekonomi dan juga belum ada pekerjaan sering menjadi sasaran. Makanya kami minta jangan mudah mengiyakan tawaran oknum-oknum yang berusaha melakukan trafficking,” tukasnya.

Diketahui, untuk kasus trafficking yang terjadi di 2019 ada 7 korban. Dan di 2020 ini sudah ada 5 korban. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here