Logo twitter. Foto: twitter.com

Oleh: Prima Prabowo

Kawanuainside.com, Jakarta – Twitter melarang semua iklan politik di seluruh dunia, dan menegaskan bahwa jangkauan pesan semacam itu ‘harus diperoleh, bukan dibeli’. ”Sementara periklanan internet sangat kuat dan sangat efektif untuk pengiklan komersial, kekuatan itu membawa risiko yang signifikan bagi politik,” kata CEO perusahaan Jack Dorsey dalam tweet-nya pada Kamis (31/10) dilansir dari bbc.co.uk.

Pesaing media sosial Facebook baru-baru ini mengesampingkan larangan iklan politik. Berita larangan itu membagi kubu politik Amerika untuk pemilihan 2020.

Brad Parscale, manajer kampanye pemilihan ulang Presiden Donald Trump, mengatakan larangan itu adalah upaya lain dari kiri untuk membungkam Trump dan kaum konservatif.

Tetapi Bill Russo, juru bicara kampanye untuk memilih calon terdepan Demokrat Joe Biden, mengatakan ketika dihadapkan dengan pilihan antara dolar iklan dan integritas demokrasi kita, itu akan mendorong bahwa untuk sekali sekali ini pendapatan tidak menang.

Bereaksi terhadap langkah tersebut, pendiri Facebook Mark Zuckerberg membela kebijakan perusahaannya. “Dalam sebuah demokrasi, saya pikir itu tidak tepat bagi perusahaan swasta untuk menyensor politisi atau berita,” katanya kepada wartawan. Larangan Twitter akan diberlakukan mulai 22 November, dengan rincian lengkap dirilis pada 15 November. (RTG/PS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here