Imam Nahrawi

Oleh: Rudi Hasan

Kawanuaainside.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, ke luar negeri. Pencegahan terhadap politikus PKB itu terhitung selama enam bulan dan telah dikirimkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

“Sudah (pencegahan Nahrawi), dari 23 Agustus 2019,” kata Kasubag Humas Ditjen Imigrasi, Sam Fernando, Kamis (19/9).

KPK menampik tudingan penetapan tersangka terhadap Nahrawi bermuatan politis. Wakil Ketua KPK, Laode M Saat ini, penyidik telah mengagendakan Nahrawi untuk dipanggil sebagai tersangka di KPK. Sebelumnya, kader PMII itu terhitung sudah tiga kali mangkir dari panggilan KPK. “Kami sangat menghargai beliau (Nahrawi), mudah-mudahan dalam panggilan berikutnya beliau hadir,” kata Laode.

KPK resmi menetapkan Nahrawi sebagai tersangka kasus suap dalam kasus penyaluran dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Penetapan status hukum terhadap anak buah Muhaimin Iskandar (Cak Imin) itu diumumkan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di Jakarta, Rabu (18/9) kemarin.

Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka rasuah bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum. (RTG/AIJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here