Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif. Foto: ANTARA

Oleh: Rudi Hasan

Kawanuainside.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampik tudingan Menpora yang telah mengundurkan diri, Imam Nahrawi, yang menyebut penetapan tersangka terhadapnya bermuatan politis. Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, memastikan penetapan status hukum itu sudah sesuai prosedur dan sama sekali tak ada motif apa-apa selain penegakan hukum.

“Mungkin (kalau ada motif politik) kami umumkan (status Nahrawi) sejak masih ribut-ribut kemarin,” ujar Laode di Jakarta, Kamis (19/9).

Dia menuturkan, pihaknya telah beberapa kali mengagendakan pemanggilan terhadap Nahrawi untuk diperiksa di KPK. Akan tetapi, anak buah Muhaimin Iskandar itu selalu mangkir. Terhitung sudah tiga kali politkus PKB itu tidak memenuhi panggilan penyidik lembaga antirasuah.

“Kami sangat menghargai beliau (Nahrawi), mudah-mudahan dalam panggilan berikutnya beliau hadir,” kata Laode.

Penetapan tersangka Nahrawi tidak dilakukan tiba-tiba. KPK telah mendalami perkara suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang menjerat kader PMII itu sejak lama.

“Penyidikan mulai dilakukan sejak 28 Agustus 2019. Ada sejumlah kegiatan yang dilakukan penyidik selama waktu tersebut, termasuk pemeriksaan dan penahanan MIU (Miftahul Ulum, asisten pribadi Nahrawi),” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (18/9) kemarin.

Menurut dia, Nahrawi memang menjadi calon tersangka sejak lama. Namun pengumuman penetapan tersangkanya baru bisa dilakukan kemarin.

“Penyidikan ini kami lakukan sebelum Revisi UU KPK diketok di paripurna DPR. Karena memang hasil penyelidikan sudah menyimpulkan bukti permulaan yang cukup telah terpenuhi,” ujar Febri. (RTG/AIJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here