Berita Resmi Statistik BPS Sulut

Oleh Ronald Ginting |

Kawanuainside.com, Manado – Komoditi tomat sayur pada Juni 2019 ini jadi momok “menakutkan” bagi Sulawesi Utara. Pasalnya tomat sayur ini yang penyumbang inflasi paling dalam di Juni 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara, Ateng Hartono mengungkapkan tomat sayur menyumbang inflasi 3.45 persen untuk kondisi Indeks Harga Konsumen di bulan kemarin.

“Jadi secara keseluruhan inflasi di Sulawesi Utara pada Juni 2019 mencapai 3.6 persen. Secara inflasi tahun kalender sebesar 4.77 persen, dan inflasi dari tahun ke tahun mencapai 5.10 persen,” kata Hartono saat Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Sulut, Senin (1/7).

Hartono menyarankan tingginya angka tomat ini perlu dikendalikan melihat angka Break Event Point (BEP) dari petani tomat tersebut.

“Saya lihat sekarang ini sudah mulai turun harganya. Semoga bisa dipertahankan supaya angka inflasi Juli 2019 dapat menurun dibanding Juni 2019,” tambah Hartono.

Secara rinci Hartono menjelaskan adanya peningkatan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 13.73 persen, kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 1.77 persen, dan kelompok pengeluaran sandang sebesar 0.22 persen.

“Untuk komoditi penyumbang inflasi selain tomat sayur yakni cakalang/sisik sebesar 0.1946 persen, jeruk nipis 0.0836 persen, dan shampo 0.0494 persen,” tutur Hartono.

Sementara untuk perbandingan antar Kota di Pulau Sulawesi, pada Juni 2019 tercatat Kota Manado mengalami inflasi tertinggi. Disusul oleh Kota Kendari sebesar 2.55 persen, dan Pare-pare sebesar 1.06 persen. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here