Bripka Jerry Tumundo

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Kanit Reskrim Polsek Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara Bripka Jerry Tumundo, sangat terkejut ketika seorang Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis melakukan panggilan video ke telepon selulernya. Jerry mengaku sangat gugup saat berbicara di telepon tersebut dengan atasan tertingginya di institusi kepolisian Republik Indonesia

“Gugup, segan, dan hormat bercampur saat seorang jenderal Pak Kapolri menelepon saya,” ujar Jerry, Selasa (14/4).

Kata Jerry, Kapolri membuka pembicaraan dengan ucapan terima kasih dan pemberian apresiasi tinggi darinya kepada Jerry. Kapolri mengatakan, jika dia bangga ada personel kepolisian yang mau dengan sukarelawan menguburkan jenazah pasien Covid-19 yang awalnya terlantar.

“Jenderal tanya ke saya, apa kabar ngana (kamu) di sana? Selanjutnya dia katakan atas nama pribadi dan institusi mengucapkan terima kasih kepada kamu Jerry Tumundo. Anggota Polri bangga sama ketulusan dan keikhlasan kamu membantu dan bekerja memakamkan korban akibat corona atau Covid-19. Saya sekali lagi apresiasi dan menaruh respek kepada pak Jerry,” jelas Jerry mengulangi apa yang dikatakan Kapolri kepadanya.

Sempat menanyakan apakah Jerry sudah berkeluarga dan memiliki berapa anak, Kapolri akhirnya menghadiahkan kepada Jerry sekolah SIP untuk kenaikan pangkat, di mana Kapolri berjanji akan langsung mengirimkan surat teleskoting kepada dirinya melalui Kapolda Sulawesi Utara.

“Pangkat kamu apakah sudah bisa sekolah? Sudah berapa kali daftar? Nanti saya buatkan surat teleskoting buat kamu tahun depan masuk SIP ya. Sampaikan kepada istri, kepada Kapolsek dan sama Kapolres kalau kamu ditelepon langsung Kapolri. Besok saya kirim suratnya ke Kapolda. Terus terang saya sangat menaruh respek kepada kamu,” ujar Jerry.

Dia sendiri mengaku tak kuasa menahan haru, saat mendapatkan kabar jika dirinya akan disekolahkan. Menurut Jerry, dirinya sempat menangis di hadapan Kapolri karena mendapatkan berkat luar biasa. “Saya menangis karena diberikan apresiasi oleh pimpinan,” kata Jerry.

Dia sendiri tak menyangka apa yang dilakukannya saat menguburkan jenazah pasien Covid-19 yang sempat telantar hingga dua jam lamanya tersebut, mendapatkan ganjaran yang tak pernah dia duga. “Waktu itu saya kasihan melihat jenazah yang telantar. Saya melihat anak tirinya sudah sangat gelisah melihat orang tuanya, sementara tak ada tanda-tanda petugas kesehatan datang. Saya kemudian meminta izin ke atasan saya, dan akhirnya bersama dengan satu petugas dari rumah sakit dan juga seorang kepala lingkungan, menguburkan jenazah itu,” tutur Jerry.

Dia saat ini masih sementara menjalani prosedur mengisolasi mandiri dirinya pasca menjadi sukarelawan seperti yang dianjurkan oleh petugas kesehatan. Walaupun mengaku dirinya dalam kondisi sehat saat ini, tapi, dirinya ingin mematuhi prosedur yang ada.

“Puji Tuhan atas berkat yang diberikan,” ucap dia.

Diketahui, Jerry awalnya datang untuk mendoakan jenazah pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Ternyata ia kemudian justru menjadi sukarelawan yang menguburkan jenazah pasien nomor urut 07 di Sulawesi Utara, yang sempat terlantar selama dua jam, gara-gara petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, daerah asal jenazah itu, tak kunjung tiba di lokasi penguburan.

Rasa kemanusiaan Jerry yang juga seorang pelayan gereja di Desa Wusa, Minahasa Utara lebih besar dibandingkan rasa takut akan penyakit yang telah menjangkiti jutaan orang di dunia ini. “Memang takut awalnya. Bahkan, ketika saya sudah mulai memakai APD, rasa takut itu tetap muncul. Saya berdoa terus sepanjang kaki saya melangkah ke arah ambulans. Saya terus berdoa sampai saya membuka pintu belakang ambulans. Puji Tuhan, kami diberikan kekuatan dan keberanian untuk menguburkan jenazah pasien yang positif Covid-19,” imbuhnya. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here