Anastasia Manosoh ikut mewarnai rambutnya saat Natal. Foto: Ronald Ginting/Kawanuainside.com

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Ada sebuah “tradisi” menarik dilakukan sebagian warga Sulawesi Utara ketika menjelang Natal. “Tradisi” itu dengan mengecat rambut dengan warna yang mentereng seperti merah, biru, kuning, dan ada juga warna hijau.

Mewarnai rambut saat Natal banyak yang dilakukan anak-anak hingga ke lanjut usus. Entah bagaimana asal-usul kebiasaan itu dilakukan oleh sebagian warga Sulawesi Utara. Tapi sudah beberapa tahun terakhir, kebiasaan tersebut terus dilakukan.

Seperti yang disampaikan Anastasia Manossoh, warga yang berdomisili di Kecamatan Mapanget, Manado.

“Saya tidak tahu sama sekali mulai kapan di Sulut pada senang memirangkan rambutnya. Saya bingung juga kenapa pas mau Natal malah banyak yang mengecat rambut,” ujar Anastasia di Manado, Jumat (20/12).

Dia mengaku sudah beberapa kali mengikuti tren ini. Tapi pada dasarnya, ia menyukai bila rambutnya jadi pirang.

“Saya lebih pilih warna merah atau kuning. Kalau warna lain belum pernah coba,” aku Anas kepada Indonesiainside.id.

Tren mewarnai rambut juga terlihat di Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut. Bahkan di sana, banyak anak-anak usia sekolah yang mengisi liburan Natal tahun ini dengan penampilan baru, yakni rambut warna-warni.

“Kalau saya ikut teman-teman sekolah warnain rambut jadi warna biru. Papa dan mama tidak melarang, yang penting pas mau sekolah sudah warna hitam Lagi,” sebut Alex yang masih duduk di kelas 4 SD ini.

Saat Indonesiainside.id memantau beberapa supermarket yang ada di Manado, ternyata rak yang memajang stok cat rambut ramai diserbu warga. Mereka sangat selektif memilih produk cat rambut tersebut.

“Saya pilih yang harganya murah saja. Secara, sayang banget pakai yang mahal kalau dipakai cuma dua minggu,” cerita Kirey.

Menurut Kirey, setelah dibeli, ia akan minta tolong kakaknya untuk mengecat rambutnya dengan warna merah. “Kalau di salon biayanya mahal. Jadi minta tolong kakak yang cat,” tambahnya.

Begitu trennya mewarnai rambut ini, sampai vital juga sebuah meme di tengah masyarakat Sulut. Meme tersebut berisikan ketika di dalam ibadah perayaan Natal, seluruh jemaat yang rambutnya pirang akan khusus berdiri membawakan satu lagu rohani.

Unik memang dengan “tradisi” di daerah ini. Dan cukup seru juga bila melihat mereka berambut pirang dikumpulkan dengan berbagai macam warna pilihan. Anda mau coba? (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here