Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Foto: Nawacita

Oleh: Rudi Hasan |

Wacana Program Kartu Pra Kerja Jokowi dianggap hanya janji manis dengan proyeksi pelaksanaan nihil.

Kawanuainside.com, Jakarta — Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, meminta Joko Widodo (Jokowi) tak muluk-muluk mengumbar janji kampanye. Wacana capres petahana itu memberi gaji kepada pengangguran lewat Program Kartu Pra Kerja dinilai hanya semakin memberatkan anggaran negara.

“Dari mana Jokowi akan membiayai janjinya itu? Wapres JK (Wakil Presiden Jusuf Kalla) sudah menyatakan bahwa itu hanya bisa dilakukan di negara maju dengan penduduk sedikit,” kata Andre di Jakarta, Kamis (7/3).

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia saat ini mencapai 7 juta jiwa. Jika Jokowi akan memberikan gaji kepada pengangguran itu Rp1 juta rupiah per orang per bulan, dibutuhkan anggaran sekira Rp7 triliun rupiah per bulan.

“Jika Jokowi memaksakan Program Kartu Pra Kerja, itu janjinya itu akan membahayakan APBN,” ujar Andre.

Karena itu, dia meminta Jokowi untuk segera bertobat dan berhenti menebar janji palsu. Alih-alih membuat janji baru, Jokowi sebaiknya membuat program yang masuk akal dan tidak membebani keuangan negara.

Apalagi, kata Andre, saat ini begitu banyak masalah keuangan yang dihadapi negara. Sebut saja BPJS kesehatan yang masih saja menunggak utang. Selain itu, kewajiban pembayaran gaji pegawai PT Pos Indonesia juga sampai tertunda berbulan-bulan.

Andre meminta Jokowi jangan lagi membuat janji manis hanya demi meraup suara di Pilpres 2019. Sebab, kata dia, publik sekarang sudah cerdas dan tak mudah percaya lagi janji palsu. “Kan masih banyak janji kampanye di 2014 yang belum dilaksanakan. Janji manis yang dulu ditebar belum terpenuhi, sekarang justru sudah keluarkan janji baru,” ucapnya. (AIJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here