Oleh: Suandri Ansah

Kawanuainside.com, Jakarta – Wacana penggabungan aplikasi Instagram dengan Facebook Messenger muncul kembali. Kabar ini ditegaskan Chief Executive Officer (CEO) Facebook, Mark Zuckerberg.

Sebetulnya rencana penggabungan sudah dilempar ke publik beberapa bulan lalu. Pada sisi lain merger antara Instagram, Messenger, dan Whatsapp dikonfirmasi oleh Facebook awal tahun ini dan akan efektif pada tahun 2020.

Publik sebenarnya juga sudah mendengar kabar bahwa Facebook akan mengubah nama WhatsApp dan Instagram. Kebijakan ini untuk menunjukkan Facebook-lah yang mengontrol kedua aplikasi.

Facebook sedang mengembangkan modul pesan instan baru untuk Instagram yang menandakan akhir dari indepensensinya. “Gateway” besar akan memungkinkan pengguna kedua aplikasi untuk berkomunikasi satu sama lain.

Dalam waktu dekat pula pengguna bisa langsung mengobrol dengan pemilik akun dari Facebook Messenger. Sumber di Bloomberg bahkan menyatakan, pekerja pertukaran pesan di Instagram tengah melapor kepada tim Facebook Messenger.

Tampilan produk perpesanan aplikasi berbagi foto, atau yang disebut Instagram Direct, kemungkinan tidak akan banyak berubah. Barangkali hanya di segi teknologi dan tampilan dasarnya saja.

“Pengguna dapat menggunakan aplikasi kami untuk mengobrol dengan teman-teman mereka. Dan dapat berkomunikasi dengan mudah dan aman di jejaring sosial,” kata Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, pada Maret lalu.

Menurut Bloomberg, eksekusi rencana sudah dimulai. Dengan penulisan ulang Instagram Direct berdasarkan teknologi yang sama seperti Facebook Messenger. Upaya ini sekaligus menjadi ambisi Facebook mem-branding ulang dua layanannya.

Memperkuat bisnisnya di dua layanan sosial miliknya tersebut. Dalam waktu dekat, pengguna akan melihat tulisan “WhatsApp from Facebook” dan “Instagram from Facebook” di masing-masing aplikasi. Kapan pastinya? Tunggu saja. (*/RTG/Dry)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here