Ilustrasi. Foto: Sehatq.com

kawanuainside.com, Jakarta – Setiap perempuan pasti memiliki fase menstruasi tersendiri. Selain Itu, ihwalnya setiap perempuan memiliki tanggal berbeda terkait hal ini. Misalnya saja, dalam satu bulan ada yang di tanggal muda, pertengahan hingga akhir. Perlu diketahui juga bahwa ada gejala hingga ciri khas yang mengikutinya. Bagi Anda yang penasaran seperti apa fase ini, simak dulu ulasan dibawah.

Mendalami Fase Menstruasi Yang Terkadang Membuat Sensi

Haid atau menstruasi, terkadang menjadi periode yang cukup dinanti. Namun, ada pula yang merasa proses ini sedikit membuat sensi. Ya, gejala yang timbul kerap dijadikan alasan. Ambil contoh seperti mual, mulas hingga kram perut berlebihan.

Untuk memahaminya, berikut detail ulasan fase haid yang wajib Anda ketahui;

  1. Haid

Ilustrasi. Foto: Vivag.dk

Di tahap satu ini diawali oleh sel telur yang diproduksi oleh ovarium. Sel telur yang tak dibuahi dapat mempengaruhi hormon. Yakni estrogen dan progesteron menjadi turun.  Karena tak dibuahi, lapisan yang menebal pada dinding rahim tentu tak diperlukan lagi. Sehingga, secara alami lapisan ini mengelupas. Serta keluar menjadi darah haid. Siklus ini umum terjadi antara tiga hingga tujuh hari. Namun, banyak juga ditemukan kasus haid lebih dari seminggu.

  1. Pra Ovulasi

Fase ini kerap disebut sebagai folikuler. Dimana hal ini terjadi saat hari pertama haid terjadi. Dan secara bersamaan hormon perangsang bernama folikel mengalami peningkatan.

Dengan kata lain, fase ini mampu membuat sinyalemen dalam otak. Sehingga mengirimkan perintahnya untuk melepas hormon. Yakni, gonadotropin. Hormon ini bakal memicu pembentukan folikel. Alias kantong-kantong kecil dalam rahim.

Yang nantinya dapat berfungsi sebagai lokasi sel telur yang belum matang. Biasanya fase ini berlaku hingga 16 hari. Atau dalam rentang waktu antara 11 hingga 27 hari.

Ilustrasi. Foto: Insured.amedadirect.com
  1. Ovulasi

Fase menstruasi ketiga ini ialah ovulasi. Ihwalnya terjadi pada pertengahan siklus. Yakni, 15 hari atau lebih sebelum masa haid datang. Fase ini juga kerap dinamai pembuahan. Pergerakkan sel telur yang matang menuju tuba falopi yang telah dibuahi sperma.

Masa ini biasanya yang paling ditunggu ketika seseorang sedang menanti kehamilan. Rentang waktu hidup sel telur juga hanya 24 jam saat harus bertemu dengan sperma. Anda bisa mengetahui ciri ini saat suhu basal Anda meningkat. Yang bisa Anda ketahui dengan pengukuran di pagi hari setelah bangun tidur. Serta sebelum mengawali aktivitas Anda.

  1. Luteal

Fase ini bisa juga disebut persiapan. Jika sel telur telah matang dan dibuahi. Maka fase ini berguna untuk menampung sel tersebut. Terlebih jika Anda telah positif hamil, maka penebalan rahim akan tetap dipertahankan.

Hal ini berguna untuk melindungi calon embrio. Namun, jika hasilnya negatif maka jaringan berupa korpus luteum. Nantinya akan  menyusut dan otomatis terserap lapisan rahim. Hal inilah yang membuat kadar hormon kewanitaan menurun. Yang mana dapat mengakibatkan luruhnya lapisan dinding rahim. Fase ini terjadi dengan rentang waktu antara 11 hingga 27 hari. Namun, umumnya wanita mengalaminya hingga 14 hari.

Jadi, sudah sedikit ada gambaran kan terkait fase menstruasi ini? Bagi Anda yang masih sering bingung apa itu fase haid ini. Bisa lho langsung menuju beranda halodoc. Disana pertanyaan Anda seputar kewanitaan akan dijawab secara terinci. Sehingga membuat Anda lebih mengerti dan tak salah kaprah lagi. Jangan ragu kunjungi halodoc ya! Buat konsultasi Anda makin asyik dengan obrolan santai dan efektif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here