Rakernas KKK membahas juga mengenai pentingnya kebudayaan menangkal terorisme dan radikalisme

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Jakarta – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) berlangsung di Wisma Kinasih, Caringin, Jawa Barat, Minggu (27/10) yang dihadiri perwakilan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Pelaksanaan rakernas menampilkan sejumlah pembicara seperti Irjen Pol (Purn) Benny Jozua Mamoto, yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina KKK, Max Boseke, mantan Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang merupakan penasihat ormas ini.

Selain Direktur Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri yang diwakili Willy memberikan pencerahan terkait organisasi kemasyarakatan di Indonesia.

Benny Mamoto memberikan materi terkait terorisme dan radikalisme yang berkembang saat ini. Pria yang lama menekuni tugas kepolisian anti teror serta narkoba di Badan Narkotika Nasional, menyampaikan terorisme dan radikalisme lebih efektif dihadapi dengan budaya.

”Menghadapi para teroris lebih efektif dengan pendekatan budaya,” tukasnya.

Selain itu Mamoto mengingatkan agar warga Kawanua lebih bijak menggunakan media sosial (Medsos). ”Penggunaan medsos yang kurang bijak bisa berdampak timbulnya aksi teror dan memakan korban jiwa,” ujar Mamoto.

Dalam rakernas dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan selama setahun. Selain itu, lewat rakernas, dihasilkan program kerja ke depan serta rekomendasi terkait eksistensi dan legalitas ormas KKK. Lewat pembahasan komisi yang diikuti peserta dari berbagai daerah ini merekomendasikan bahwa KKK merupakan satu-satunya ormas adat dan budaya yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Pernyataan yang dikeluarkan lewat rakernas ini menepis isu yang beredar bahwa KKK terpecah. ”KKK tetap satu,” tegas sejumlah peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here