Florens Panungkelan, Kepala LPMP Sulut. Istimewa.

Oleh Ronald Ginting |

kawanuainside.com, Manado – Tanda awas ditujukan bagi tenaga pendidikan yang ada di Sulawesi Utara. Data Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan kualitas pengajar di daerah ini masih memprihatinkan.

Florens Panungkelan, Kepala LPMP Sulut mengungkapkan berdasarkan hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah, Sulut masih berada di bawah angka rata-rata nasional 56.37.

“Tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara Sulawesi Utara hanya berada di peringkat 20 dengan angka 54.98,” kata Florens.

Ditambahkan Florens, Kota terbaik di Sulut dari hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah yakni Kota Tomohon dengan angka 47.39 meskipun masih di bawah rata-rata nasional.

“Yang terendah ada di Kabupaten Bolsel,” ujar Florens di depan peserta FGD Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Selasa (21/5).

Menurutnya, kepala sekolah di Sulut masih rendah dalam pengembangan supervisi.

Ia menambahkan berdasarkan hasil Uji Kompetensi Guru, angkanya juga masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 56.69.

“Sulut hanya mendapatkan angka 51.65 atau peringkat ke-24 dari 34 provinsi,” katanya.

Tertinggi di ada di Kota Tomohon dengan angka 57.37 melebihi rata nasional. Sementara terendah di kabupaten Bolmong 49.16.

“Bila dijabarkan untuk UKG SMA berada di angka 55.18, dan khusus SMK juga hanya di angka 52.92,” tukas Florens.

Selain untuk Kepala Sekolah dan Guru, LPMP Sulut mencatat hasil Uji kompetensi Pengawas Sekolah di Sulut hanya menempati peringkat 21 se-Indonesia.

“Seharusnya 55.26 sesuai rata-rata nasional tetapi ini hanya 53.98 jauh dari Yogyakarta yang berada di rengking 1,” tuturnya. (RTG)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here