Oleh: Nurcholis |

Kawanuainside.com, Gaza–Pasukan pendudukan Israel telah menyerang pengunjuk rasa damai anti-pendudukan Palestina yang berkumpul di dekat pagar pemisah di Jalur Gaza yang terkepung, yang menyebabkan sedikitnya 51 orang terluka.

Kementerian Kesehatan Gaza dikutip PNN, mengatakan 24 orang yang terluka tertembak peluru tajam selama aksi protes hari Jumat (2/8) bertajuk Great Return March.

Ashraf al-Qedra, juru bicara kementerian, mengatakan dua wartawan termasuk di antara mereka yang terluka dalam aksi pada hari Jumat.

Warga Palestina telah mengadakan unjukrasa mingguan di daerah itu sejak tahun lalu sebagai bentuk protes pengepungan (blokade) di daerah kantong itu dan meminta hak untuk kembali, khususnya bagi para pengungsi yang telah melarikan diri dari penjajahan Israel sejak 1948.

Setidaknya 305 warga Palestina telah syahid akibat sniper penjajah sejak demonstrasi anti-pendudukan dimulai di Jalur Gaza pada 30 Maret 2018. Lebih dari 18.000 warga Palestina juga menderita luka-luka.

Pada bulan Maret, misi pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan bahwa pasukan Israel melakukan pelanggaran hak selama aksi demonstrasi di Gaza yang bisa dianggap sebagai kejahatan perang.

Gaza telah dikepung Israel sejak Juni 2007, yang telah menyebabkan penurunan standar hidup dan hancurnya ekonomi wilayah padat itu.

Israel juga telah melancarkan tiga perang besar terhadap kantong itu sejak 2008, menewaskan ribuan warga Gaza setiap kali dan menghancurkan infrastruktur wilayah yang sudah sangat miskin itu. (RTG/ck)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here