Candra sudah menciptakan puluhan robot. Padahal ia hanyalah lulusan SMP

Oleh: Rio AP

Kawanuainside.com, Palembang — Meski hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), siapa yang menyangka jika mampu menciptakan beragam macam robot. Pemuda itu adalah Candra (25), warga Perumnas Sako, Komplek Perumahan RSS B Blok P6 Nomor 2, Kota Palembang.

Satu dari 70 macam robot ciptaannya sejak bergelut di dunia robot diperlihatkan saat mengunjungi kios robotnya di Jalan Soekarno-Hatta, Desa Gasing, Kecamatan Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (2/11).

Robot ciptaannya yang berbentuk laba-laba itu berjalan baik dengan penggerak menggunakan stik game nirkabel. Robot yang dilengkapi kamera berfungsi untuk memantau lokasi yang sulit untuk dijangkau melalui darat.

“Ya, tiap robot itu memiliki fungsi masing-masing. Misal robot burung berfungsi memantau suatu lokasi dari ketinggian, karena dilengkapi juga dengan kamera atau seperti drone,” ujar dia.

Pria kelahiran 1994 itu, menyebut inspirasi untuk membuat beragam macam robot tersebut bermula saat dia memperbaiki sejumlah barang elektronik. Karena tak puas, dia pun ingin mencoba hal baru yakni menciptakan sebuah robot.

Pada tahun 2014 lalu, dia memulai langkah awal dengan menciptakan robot sederhana atau standar. Dia mengatakan, terdapat banyak kekurangan terhadap robot itu seperti masih menggunakan roda sebagai penggerak dan belum bisa dikendalikan dari jarak jauh. “Namun, saya tidak pernah patah semangat dan terus mencari tahu pengetahuan di dunia robotik agar robot berikutnya dapat lebih baik lagi,” ceritanya.

Dia mengatakan, akhirnya mencari tahu dari berbagai artikel hingga media sosial YouTube untuk mengetahui cara pembuatan robot yang baik. Kemudian, dia pun dibantu rekannya sesama pecinta robot yakni Slamet Harianto (32) untuk pembuatan robot. Kini, robot yang diciptakan sudah mencapai lebih dari 70 unit dengan berbagai macam karakter hingga robot untuk membantu orang kekurangan fisik.

Dalam pembuatan robotik itu, dia memanfaatkan barang bekas seperti plastik televisi, ember, pipa, dan sebagainya yang didapatkan dari pedagang loak. Selanjutnya, kata dia, untuk penggerak dia menambahkan sensor pada robot dan stik penggerak. “Untuk menyelesaikan satu robot itu biasanya menghabiskan waktu hingga satu Minggu,” ucap dia.

Ia pun menambahkan, robot yang dibuat itu dijual kepada konsumen dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, hingga ke Pulau Kalimantan. Dia mengaku, bahwa para konsumen meminta khusus pembuatan robot untuk kepentingan dunia pendidikan atau untuk mengikuti kontes robotik.

Harga yang ditawarkan, menurutnya, bervariasi. Dia menilai, tergantung tingkat kesulitan pembuatan. Biasanya Rp1 juta hingga sekitar Rp15 juta. “Kadang ada juga pembeli dari luar negeri. Tapi, dikarenakan pengiriman susah jadi kami hanya menjual desain dan coding-nya saja karena dapat dikirim secara online,” ucap dia.

Ia pun tidak sungkan untuk membagi ilmu di bidang robotik yang dimilikinya pada anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan SMP di kiosnya. Karena, dia berharap ke depan ilmunya itu dapat bermanfaat. “Ke depan semoga dunia robotik terus berkembang dan lebih baik lagi dan jauh lebih baik,” ujarnya. (RTG/RAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here