Pemberian mainan anak dilakukan oleh Cargill Indonesia selain pemberian sarapan pagi sampai dengan pertengahan 2020.

Oleh Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Salah satu survey pernah menyatakan bahwa ada 15% anak di Indonesia yang tidak makan di pagi hari. Pada survey itu menjelaskan bahwa anak yang tidak sarapan kecerdasannya lebih di bawah dari anak yang sarapan sebelum beraktivitas.

Hal ini juga yang membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat Program Gizi untuk Anak Sekolah (Progas) sejak tahun April 2016. Progas ini dikelola dan dilaksanakan oleh sekolah secara langsung, dan melibatkan orang tua dan masyarakat.

Di Sulawesi Utara Progas diluncurkan mulai dari SD GMIM Mobongo dan SD GMIM Kawangkoan Bawah Kabupaten Minahasa Selatan, Jum’at (15/11). Pada kedua sekolah ini, Progras digagas oleh beberapa pihak seperti PT Cargill Indonesia, Yayasan dr. Batuna, dan World Food Programm.

Anak-anak di kedua sekolah diberikan sarapan oleh petugas masak yang sudah disediakan. “Jadi petugas masak akan dilibatkan hingga pertengahan 2020 nanti. Anak-anak akan makan dari masakan yang disediakan petugas masak,” sebut Imelda Tandako, Plant Manager Cargill Indonesia, di SD GMIM Mobongo, Jum’at (15/11).

Imelda mengharapkan melalui Progas, orang tua dapat terlibat langsung dalam menyiapkan sarapan dengan sejumlah menu pilihan yang sudah ada, sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Ini juga menjadi visi Cargill untuk meningkatkan kualitas SDM di Tanah Air.

Head Of WFP NTT Field Office Nunuk Supraptinah mengapresiasi peran PT Cargill Indonesia. Ia berharap adanya perusahaan-perusahaan lain mengikuti jejak Cargill.

“Meningkatkan gizi anak adalah tanggung jawab bersama. Maka itu saya mengharapkan perusahaan lain juga terlibat,” ujar Nunuk.

Dijelaskan Nunuk peningkatan gizi anak melalui sarapan adalah hal penting. Menurutnya, pemerintah daerah juga harus memperhatikan hal ini.

“Saat ini ada beberapa kelurahan di Minahasa Selatan yang sudah dianggarkan. Saya maunya wilayahnya ditambahkan,” sebut Nunuk.

Sebagai mitra kemendikbud, WFP, kata Nunuk, mengingatkan juga kepada orang tua untuk menyiapkan waktu untuk memberikan makan pagi bagi anak-anaknya. “Perlu diingat namanya makan pagi itu harus menu yang berimbang, bukan hanya makan kue saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Manager Programm Yayasan Dokter Batuna, Salmon Tarigan menuturkan anak perlu ditingkatkan gizinya. Bila itu sudah dilakukan maka ke depannya Indonesia akan mencegah stunting.

Salmon meminta juga agar sesudah program ini diketahui oleh semua orang tua, jangan sampai sekedar tahu saja. “Saya tahu, saya pasti melakukan,” ujar Salmon mengakhiri. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here