Kepala BPS Sulut Ateng Hartono saat BRS secara daring. Foto: Istimewa.

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com Manado – Kota Manado kembali mengalami deflasi setelah dua bulan sebelumnya juga mengalami hal yang sama. Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara mencatat deflasi pada Maret 2020 di angka 0,90%.

“Bulan Maret ini lebih rendah dibanding deflasi dua bulan sebelumnya,” ujar Kepala BPS Sulut Ateng Hartono, saat Berita Resmi Statistik secara daring, Rabu (1/4).

Kata Ateng, secara tahun kalender, Manado masih mengalami deflasi sebesar 1,03%. Sementara secara year on year inflasi sebesar 2,93%.

“Angka deflasi Kota Manado ini disumbangkan oleh kelompok pengeluaran transportasi yang mengalami deflasi cukup dalam hingga 5,81%,” jelas Ateng.

Setelah transportasi, sektor kelompok makanan juga mengalami hal yang sama yakni sebesar 1,23%. Sementara untuk inflasi dialami di sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,34%.

Hal yang cukup berbeda dialami Kota Kotamobagu. Di mana pada bulan Maret kemarin, Kotamobagu mengalami inflasi sebesar 0,25%.

“Secara tahun kalender, Kotamobagu alami inflasi 1,38%,” ucap dia.

Inflasi Kotamobagu paling banyak disumbangkan dari sektor pengeluaran makanan, minuman, dan rokok yaitu sebanyak 0,77%. “Tapi yang sama dengan Manado ada di sektor transportasi tadi. Di mana Kotamobagu juga deflasi walau tak sebanyak Manado. Deflasinya sebesar 0,11%,” tukas dia.

Diketahui pada Maret 2020, ada 43 kota mengalami inflasi, dan 47 kota mengalami deflasi. Inflasi terdalam ada di Kota Lhokeumawe, sementara deflasi tertinggi ada di Kota Timika.

“Kalau Manado berada di urutan ke-87 kota inflasi se Indonesia, sementara Kotamobagu di urutan ke-18,” sebut dia mengakhiri. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here