Potret kemiskinan di Indonesia. Foto: Antara

Oleh: Suandri Ansah |

Salah fokus petahana Joko Widodo memilih prioritas pembangunan, menciptakan peluang elektoral bagi Prabowo-Sandi

Kawanuainside.com, Jakarta — Sebuah survei nasional hasil Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) menunjukkan bahwa akses terhadap peluang ekonomi dan pemberdayaan masih merupakan kendala terbesar bagi rakyat Indonesia.

“Masyarakat masih belum merasakan kehadiran pemerintah dalam mendukung pemberdayaan,” ujar Direktur SPIN Igor Dirgantara saat konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (7/3).

Survei memaparkan, walaupun 45 persen merasa cukup didukung, namun hanya 11 persen yang merasa sangat didukung, 30 persen sedikit didukung, 12 persen merasa sama sekali tidak didukung, dan yang menjawab tidak tahu (2%).

Igor megatakan, pembangunan infrastruktur oleh pemerintah memang penting, tetapi pemberdayaan masyarakat ternyata jauh lebih kuat yang diharapkan masyarakat.

Demikian juga halnya dengan harapan publik dalam masalah perbaikan ekonomi rakyat sehari-hari yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah ketimbang pembangunan infrastruktur.

“Ada pandangan bahwa saat ini, Indonesia terialu tergantung pada utang dan investasi asing. Hal ini menimbulkan konsekuensi dan persepsi bahwa orang Indonesia memiliki peluang ekonomi lebih kecil daripada orang asing,” kata Igor.

Menurutnya, salah fokus petahana Joko Widodo dalam memilih prioritas pembangunan, menciptakan peluang dan momentum bagi Prabowo-Sandi mendongkrak potensi eiektoralnya.

“Isu ekonomi adalah fokus utama Prabowo-Sandi dalam visi-misi. program dan kampanye menimbulkan banyak kesan positif serta meningkatkan kesukaan mereka di mata publik,” katanya. (Kbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here