Keindahan gunung Klabat di Minahasa Utara.

Medannya curam, dengan kemiringan tajam sejak awal pendakian hingga ke puncak. Kemiringannya lebih dari 70 derajat di beberapa titik, padahal puncaknya hanya setinggi 1.995 meter di atas permukaan laut.

Meskipun curam, Anda akan terkagum dengan eksotisme dan istimewanya Gunung Klabat saat mendekati puncaknya. Di pos enam terdapat Hutan Lumut yang unik serta Danau Klabat dengan deretan pepohonan strawberi hutan (Rubus fraxinifolius Poir).

Anda juga akan menemui beberapa hewan-hewan endemik, seperti Yaki Pantat Merah (Macaca nigra), Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops ursinus), dan berbagai jenis burung yang selama ini sangat nyaman tinggal di Gunung Klabat.

Selanjutnya, di pos dua pendakian, Anda akan menjumpai sebuah batu dengan ukuran besar. Di depan batu terdapat sepotong kayu tertancap dan sebuah topi koboi lusuh dan berlumut. Katanya, beberapa orang menjadikannya sebagai ritual membawa sesajian.

Diketahui kata Klabat dalam bahasa Minahasa dilafalkan Kalawat, dalam dialek Tonsea disebut Kalabat. Kalawat adalah nama dari sejenis satwa lokal yang juga disebut babi rusa.

Para pelaut Portugis dulu menyebutnya Calabets. Nama ini kemudian menjadi nama pulau di mana Gunung Klabat berada, sementara Celebes, kini dikenal sebagai Sulawesi.

Dari Manado, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan, melalui jalan utama menuju Bitung. Titik awal pendakian adalah Kota Airmadidi, berada pada ketinggian 260 m.

Jalur pendakian menuju Gunung Klabat kondisinya baik, walau curam tapi menyenangkan. Biasanya, mendaki Gunung Klabat membutuhkan waktu sehari untuk mencapai puncaknya. Ya, hitung-hitung sebagai olahraga yang menyenangkan hati. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here