Kepala BPS Sulut Ateng Hartono. Foto: Ronald Ginting.

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Secara tahunan, Sulawesi Utara hanya mengalami pertumbuhan ekonomi 5,66% pada 2019. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,02%.

Badan Pusat Statistik Sulut mencatat ekonomi Sulut sepanjang triwulan IV pada 2019 bertumbuh cukup signifikan sebesar 8,13% dibanding triwulan sebelumnya. Dan jika dibandingkan dengan triwulan IV pada 2018, Sulut mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45%.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir seluruh lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa lainnya sebesar 15,75%. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kelompok pengeluaran konsumsi LNPRT yang tumbuh sebesar 7,81%,” papar Kepala BPS Sulut Ateng Hartono, saat menyampaikan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Sulut, Rabu (5/2).

“Jasa lainnya sangat dipengaruhi oleh beberapa iven pariwisata yang ternyata cukup banyak mendatangkan wisatawan. Selain itu tempat karaoke, salon, dan beberapa usaha jasa lainnya tumbuh positif sepanjang 2019,” tambah Ateng.

Pertumbuhan ekonomi Sulut dipengaruhi juga oleh jasa pendidikan sebesar 11,94%, dan pengadaan listrik, gas, dan produksi es sebesar 9,18%. “Perekonomian Sulut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku di 2019 mencapai Rp130,20 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp89,03 triliun,” imbuhnya.

BPS Sulut mencatat juga adanya pertumbuhan negatif yaitu di lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yakni sebesar -0,04%. Sementara struktur perekonomian Sulut menurut lapangan usaha tahun lalu masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan (20,83%), perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor (12,75%), dan konstruksi (11,79%). (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here