Pendukung Elly Lasut - Mochtar Parapaga berunjuk rasa di Kantor Bupati Talaud. Foto: Ronald Ginting/Indonesiainside.id.

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Jakarta – Masih belum dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) Elly Engelbert Lasut dan Moktar Arunde Parapaga menjadi keprihatinan bayi DPP Partai NasDem. Keprihatinan ini menyusul adanya aksi unjuk rasa ratusan warga Talaud yang berakhir bentrok di Kantor Bupati Talaud, Kamis (9/1) siang.

Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad M Ali meminta pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tidak boleh bersikap ambigu. “Mendagri Tito Karnavian harus segera meminta Gubernur Sulut melantik pasangan Elly Lasut dan Moktar Parapaga yang sudah terpilih melalui mekanisme yang sah pada Pilkada 2018 lalu,” ujar Ali dalam keterangan tertulisnya yang diterima Indonesiainside.id, Jumat (10/1) pagi.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu mengkhawatirkan bakal semakin meluas konflik horizontal di tengah masyarakat, akibat terkatung-katungnya pelantikan bupati-wabup Talaud itu. “Ini yang harus kita cegah. Sikap tegas Mendagri jelas sangat dinantikan khususnya oleh masyarakat Talaud,” kata Ali.

Lanjut Ali, seandainya pemerintah pusat menunjukkan sikap tegas dengan memerintahkan gubernur Sulut melantik bupati dan wakil bupati Talaud pada Juli 2019 silam, maka warga seharusnya tidak perlu lagi menggelar aksi unjuk rasa mendesak pelantikan bupati dan wakil bupati Talaud tersebut. Menurut Ali, Kemendagri telah menerbitkan SK Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Wabup Talaud Nomor 131.71-2750 dan Nomor 132.71-2751 tertanggal 1 Juli 2019. Bahkan, Mendagri telah mengeluarkan surat Nomor 131.71/7419/SJ pada 5 Agustus 2019 kepada Gubernur Sulut yang meminta gubernur melantik bupati dan wakil bupati Talaud periode 2019-2024.

NasDem berharap persoalan di perbatasan paling utara Negara Kesatuan Republik Indonesia ini menjadi perhatian serius Mendagri. “Ketegasan dalam hal ini sangat dibutuhkan agar situasi yang sifatnya bisa merugikan masyarakat Kabupaten Talaud khususnya dapat dihindari,” imbuhnya.

Sebelumnya, ratusan warga Talaud kembali mendatangi Kantor Bupati Talaud pada Kamis (9/1) siang. Mereka berunjukrasa mendesak dilantiknya Elly Engelbert Lasut dan Moktar Arunde Parapaga yang menjadi pemenang pada Pilkada Kabupaten Talaud 2018 lalu.

Pada awalnya demo berlangsung dengan tertib. Tak lama kemudian, situasi memanas saat aparat membuang tembakan peringatan. Saat itu juga demonstran membalas tembakan aparat dengan lemparan batu ke arah Kantor Bupati. Alhasil terjadi kericuhan dan sejumlah kaca pun pecah. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here