Sejumlah penumpang berada di atas KM Sena Express saat akan bersandar di Pelabuhan Dermaga Kali Adem, Jakarta, Selasa (9/7). Foto: Antara

Oleh: Suandri Ansah

Kawanuainside.com, Jakarta – Kepulauan Seribu telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Parawisata Nasional (KSPN) oleh Kementerian Parawisata Republik Indonesia (RI). Penetapan ini diharapkan dapat menggaet 20 juta kunjungan wisatawan di tahun 2019.

Atas dasar tersebut, Jakarta Research and Public Policy (JRPP) menilai sudah semestinya pemerintah konsisten dalam melakukan pembenahan secara optimal.
Untuk pembenahan secara maksimal wisata pulau seribu harus ditopang oleh sarana dan prasarana yang mumpuni.

Misalnya dengan merenovasi dermaga, ruang terbuka hijau, sanitasi air, cottage serta menambah fasilitas transportasi laut. Pemrov DKI dapat mencontohi fasilitas yang dibangun di pelabuhan Bakauhine Merak dan Gili Manuk Ketapang yang menghubungkan pulau Sumatera dan Jawa.

Peneliti JRPP bidang Pariwisata, Ary Falwan menjelaskan, agar birokrasinya lebih efesien, JRPP menilai perlunya kebijakan satu pintu yang dilakukan oleh Pemprov DKI. Letak Kepulauan Seribu yang strategis memungkinkan wilayah tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing.

“Peningkatan itu akan terjadi apabila jumlah kunjungan wisnus dan wisman meningkat. Dan peningkatan jumlah pengunjung akan terjadi apabila infrastrukturnya baik, kemudian ditopang dengan kemampuan promosi yang baik,” ungkap Ary sebagaimana yang dilansir dari Indonesiainside.id, Selasa (13/9).

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh tim JRPP, terdapat sekitar 65% warga DKI belum memiliki niat untuk berkunjung ke-Kepulauan Seribu. Salah satu faktornya karena masih ada rasa ketakutan terkait minimnya infrastruktur

Ketiadaan infrastruktur yang memadai membuat pengunjung khawatir dan merasa dapat membahayakan keselamatan dan kenyamanan mereka saat berwiata. Kemudian disusul dengan operasional transportasi yang belum memadai.

“Ya disayangkan sekali jika potensi wisata yang ada di Kepulauan Seribu terbengkalai hanya karena kurangnya pengoptimalan karena Kepulauan Seribu bisa menjadi icon tempat wisata untuk DKI Jakarta dan juga sangat berpotensi meningkatkan nilai devisa dan investasi,” katanya. (*/RTG/Dry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here