Dua penumpang berjalan menaiki tangga pesawat Sriwijaya Air di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (1/4). Foto: Antara

Oleh: Annisa Fadhilah

Kawanuainside.com, Jakarta – Derita yang dihadapi maskapai Sriwijaya Air belum usai. Setelah pecah kongsi dalam kerja sama operasi (KSO) dengan Garuda Indonesia, sejumlah masalah membelit maskapai Sriwijaya Air.

Dikutip dari Antara, belasan penerbangan Sriwijaya Air untuk 7 November 2019 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dibatalkan dan ditunda. Seorang petugas bandara yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan pembatalan dan penundaan dilakukan karena ketiadaan armada Sriwijaya.

Pembatalan dan penundaan tersebut membuat ratusan penumpang terlantar. Rini Suryati, salah seorang penumpang Sriwijaya tujuan Malang mengatakan kecewa berat dengan pembatalan tersebut. “Kecewa berat. Saya sudah turun kereta, lanjut taksi, sampai di sini malah dibatalkan,” katanya.

Ia bersama penumpang lain menumpuk di ruang tunggu Bandara Soekarno-Hatta untuk meminta penjelasan kepada petugas soal nasib mereka.

Bukan hanya penerbangan yang batal, Sriwijaya Air juga terpaksa mengembalikan pekerja bantuan yang diberikan oleh Garuda Indonesia. Dalam keterangan tertulis, Direktur Legal dan SDM Sriwijaya Air Anthony Raimond Tampubolon menjelaskan manajemen perseroan memutuskan untuk mengembalikan seluruh karyawan perbantuan, meliputi vice president (VP) dan senior manager (SM) yang berasal dari Garuda Group. Tecatat ada 11 karyawan perbantuan dari Garuda Group.

“Hal itu sehubungan dengan telah berakhirnya masa transisi terkait kerja sama antara Garuda dan pemegang saham Sriwijaya Air pada 31 Oktober 2019,” paparnya di Jakarta, Jumat (8/11).(*/RTG/Dry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here