Petugas memantau Truck yang menurunkan batu bara. Foto: Antara

Oleh: Bantolo

Kawanuainside.com, Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Nasional Dody Edward mengatakan, peluang ekspor batu bara Indonesia ke pasar Tiongkok cukup besar.

“Ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok berpeluang untuk terus ditingkatkan, mengingat masih banyak potensi sumber daya yang masih dapat dikelola,” ujar Dody, Jumat (15/11).

Dody menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan terus menjadi pemain penting dalam industri pertambangan global dengan produk utama batu bara, tembaga, emas, timah, bauksit, dan nikel. Indonesia menjadi salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia.

Sementara, Tiongkok adalah tujuan utama ekspor batu bara Indonesia. Ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok terus meningkat selama dua tahun terakhir dan memiliki potensi untuk tumbuh. Pada 2018, ekspor batu bara ke Tiongkok mencapai USD 6 miliar dengan pangsa hampir 25 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia.

Dody melanjutkan, selain sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik, batu bara memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia.

Sumber daya dan cadangan mineral dan batu bara Indonesia masih prospektif di masa depan, baik untuk industri hulu maupun industri hilir. Namun demikian, industri batu bara Indonesia masih membutuhkan investasi untuk memaksimalkan potensinya.

“Sebagai mitra utama dalam perdagangan batu bara Indonesia, Tiongkok diharapkan dapat berinvestasi dalam pengembangan teknologi batu bara bersih yang akan diterapkan di Indonesia. Indonesia akan melanjutkan reformasi perdagangan dan investasi untuk menjadi lebih terintegrasi ke dalam ekonomi dunia,” terang Dody. (*/RTG/Dry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here