Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Manajemen Bandara Sam Ratulangi perketat penanganan pencegahan penyebaran virus corona. Dari ruang keberangkatan hingga ruang kedatangan, semua diperketat.

Di ruang keberangkatan contohnya, seluruh penumpang yang hendak check in langsung diukur suhu tubuh. Petugas Avsec bandara mengukurnya menggunakan thermal gun.

“Jika suhunya tinggi kami serahkan langsung ke KKP untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Angga Maruli, Humas Bandara Sam Ratulangi Manado, Ahad (22/3).

Di ruang check in hingga pemeriksaan boarding pass pun seluruh penumpang dibatasi dengan stiker penanda jarak antarpenumpang. Di lantai dua juga demikian, di mana para penumpang dibuat jarak agar meminimalisir penyebaran virus corona.

“Kita tetap mengikuti arahan pemerintah pusat agar menerapkan social distancing. Makanya kita sudah tempelkan stiker jarak antarpenumpang,” jelas Maruli.

“Petugas bandara juga menggunakan beberapa peralatan pencegahan seperti masker, kacamata, hingga sarung tangan,” sambung Maruli.

Di ruang kedatangan, seluruh penumpang yang baru turun dari pesawat juga diukur suhu rubuhnya menggunakan thermal scanner. Saat itu juga ada beberapa petugas KKP yang langsung mengukur suhu tubuh penumpang.

“Jadi di sini kita menggunakan thermal scanner, supaya menghemat waktu juga dibanding dengan menggunakan thermal gun. Kalau ada penumpang yang suhunya di atas 37,5 derajat, petugas KKP akan menindaklanjutinya,” imbuhnya.

Penumpang yang datang turut diberikan formulir kecil yang berisikan data penumpang. Tujuannya agar KKP dan juga instansi terkait lainnya bisa mengawasi penumpang tersebut bila terkena covid-19.

“Penumpang datang wajib mengisinya. Kalau tidak, maka belum diizinkan keluar dari ruang kedatangan,” tegasnya.

Di beberapa titik bandara tersebut, dilengkapi juga dengan hand sanitizer. “Hand sanitizer bisa digunakan oleh penjemput, pengantar maupun para penumpang yang datang,” ucapnya mengakhiri. (RTG)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here