Pendukung Elly Lasut - Mochtar Parapaga berunjuk rasa di Kantor Bupati Talaud. Foto: Ronald Ginting/Indonesiainside.id.

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Perbatasan paling utara Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kabupaten Kepulauan Talaud memanas setelah terjadi pergesekan antara ribuan massa pendukung Elly Engelbert Lasut – Mochtar Parapaga (E2L – MAP) dengan aparat kepolisian yang menjaga unjuk rasa di Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis (9/1).

Renato Tumarah, seorang pendemo, saat dihubungi mengatakan pada awalnya demo berlangsung dengan tertib. Demonstran, kata Renato, menuntut pemerintah segera melantik pasangan E2L – MAP yang menjadi pemenang pada Pilkada Talaud 2018 lalu.

Tak lama kemudian, situasi memanas saat aparat membuang tembakan peringatan. Saat itu juga demonstran membalas tembakan tersebut dengan lemparan batu ke Kantor Bupati. Alhasil ada kaca yang pecah akibat lemparan tersebut.

“Kami hanya minta pemerintah untuk memperhatikan kami. Kami anak-anak perbatasan hanya mau hak demokrasi, dan keadilan lokal ditegakan. Sebab Pilkada sudah selesai dan sudah dinyatakan siapa bupati dan wakil bupati terpilih. Jika Presiden tidak mengindahkan, kami warga perbatasan akan menyatakan sikap lebih keras,” tegas Renato.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 4 orang demonstran ditahan di Polres Talaud. Sedangkan massa lainnya masih melanjutkan aksinya menuju kantor Polres Talaud. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here