Ilustrasi Pilkada. Foto: ANTARA

Oleh: Rudi Hasan

Kawanuainside.com, Jakarta – Anggota MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Achmad Msi, menanggapi isu Pilkada serentak 2020. Dia bilang, sistem pemilihan kepala daerah model seperti ini, dimana rakyat memilih langsung, harus dilestarikan. “Pilkada langsung lebih cocok”, kata Achmad di Jakarta, Rabu, (4/12).

Menurut dia, dengan Pilkada langsung maka proses yang terjadi memiliki tanggung jawab moral yang lebih tinggi. Parameter kesejahteraan seperti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran serta meningkatnya pendapatan masyarakat menjadi ukuran seseorang kepala daerah bisa terpilih kembali.

“Sehingga Pilkada langsung lebih menguntungkan masyarakat,” ujar dia.

Achmad tak menampik ada kekurangan terkait Pilkada jenis ini. Namun belum terlambat untuk memperbaiki hal itu.

Misalnya erkait persyaratan untuk mengikuti Pilkada secara teknis. Menurut Achmad hal itu perlu diperketat sehingga kandidat yang ada benar-benar memiliki kompetensi dan kualitas.

“Untuk Pilkada Provinsi, bila dari kalangan militer maka syarat yang harus dimililki, ia harus bintang dua”, ujarnya.

Syarat administrasi yang demikian menurut Achmad menjadi seleksi bagi calon kepala daerah. Diakui demokrasi memang tak membatasi orang namun kebebasan yang ada jangan sampai kebablasan.

“Dari seleksi seperti itulah maka ke depan kita memiliki pemimpin yang memiliki integritas. Sehingga hasil Pilkada memiliki kapabilitas dan aman,” kata dia.

Diakui, dalam Pilkada selalu muncul masalah money politic namun dirinya yakin bila kehidupan semakin sejahtera dan masyarakat semakin cerdas maka hal yang demikian akan hilang dengan sendirinya. Meski demikian dirinya mengharap agar Bawaslu tegas dalam masalah money politic agar sanksi yang diberikan kepada pelanggar bisa membuat jera. (RTG/PS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here