Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Begitu banyak persoalan mengenai perempuan dan anak di 15 Kabupaten Kota se-Sulawesi Utara. Hal ini yang terus menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Utara untuk dapat meminimalisir setiap persoalan.

Kepala Dinas P3A Sulut Mieke Pangkong mengumpulkan semua kepala Dinas P3A Kabupaten Kota se-Sulut di Kantor Dinas P3A Sulut, Rabu (15/1) untuk membahas dan mencari solusi persoalan perempuan dan anak. Kesempatan tersebut dilakukan juga evaluasi capaian kinerja pembangunan bidang P3A yang meliputi Indeks Pembangunan Gender, Indeks Pemberdayaan Gender, dan penanganan kasus korban kekerasan perempuan dan anak melalui pelaporan Sistem informasi online PPA atau SIMFONI PPA.

“Ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden pada Ratas Kabinet Indonesia Maju 9 Januari 2020 terkait aspek pencegahan terhadap kasus korban anak,” ujar Mieke, Kamis (15/1).

Dalam rakor itu, seluruh Dinas P3A di Sulut mempersiapkan penilaian Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab kota) terkait komitmen pelaksanaan pemberdayaan dan perlindungan perempuan melalui penghargaan anugerah Parahita Ekapraya yang setiap 2 tahun sekali dilakukan penilaian. “Kita membahas juga persiapan penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), dan sinkronisasi pelaksanaan program tahun 2020 dalam rangka menunjang program strategis ODSK,” tambah Mieke.

Dia berharap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulut dapat berkurang dengan upaya yang dilakukan Pemprov dan Pemkab/Pemkot. (RTG)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here