Oleh: Nurcholis

Kawanuainside.com, Islamabad-Ribuan orang berkumpul pada hari Ahad di kota Peshawar, Pakistan untuk melakukan aksi solidaritas pada warga Kashmir menyusul langkah India mencaplok dab menghapus status khusus negara yang disengketakan India dan Pakistan.

Diorganisir oleh Jamaat-e-Islami, salah satu partai Islam terbesar di negara itu, aksi massa ini adalah yang terbaru dalam serangkaian demonstrasi yang diadakan di seluruh negeri sejak 5 Agustus, ketika New Delhi memutuskan mencabut Pasal 370 konstitusi India, yang sebelumnya memberikannya status khusus Kashmir.

Para demonstran membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan untuk penyatuan Kashmir dengan Pakistan serta segera terbebas dari jajahan India, kutip Anadolu Agency.

“Hari ini, masyarakat Kashmir yang tidak bersalah mencari bantuan dari umat Islam, tetapi beberapa negara Islam mendukung PM India dengan penghargaan warga sipil tertinggi mereka,” kata Sirajul Haq, Kepala Jamaat-e-Islami saat berpidato di depan massa tersebut.  Dia merujuk ke Uni Emirat Arab (UEA), yang memberikan perdana menteri India “Orde Zayed”, penghargaan sipil tertinggi yang diberikan oleh pemerintah UEA selama kunjungan baru-baru ini.

Dia mengkritik PBB karena tidak mampu mengambil langkah-langkah praktis untuk menghentikan pemerintah India atas tindakan ilegalnya di Kashmir.

Haq memuji pemerintah Turki, Bangladesh, Afghanistan dan Palestina karena mereka justru mengadakan aksi unjuk rasa dan mengangkat suara mereka untuk rakyat Kashmir.

“Orang-orang di Ankara, Istanbul, Kabul, Dhaka dan Palestina menunjukkan solidaritas dengan orang-orang Kashmir dan mereka harus terus meningkatkan suara orang-orang Kashmir yang tidak bersuara,” tambah Haq.

Dia memperingatkan bahwa partainya tidak akan tinggal diam jika pasukan India melakukan kekerasan terhadap Kashmir di wilayah yang dicaplok India.

Para pemimpin dan penduduk Kashmir khawatir tindakan keras India adalah upaya New Delhi untuk mengubah demografi negara, di mana beberapa kelompok telah berjuang melawan India untuk kemerdekaan atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

India dan Pakistan sama-sama memiliki Kashmir di sebagian dan mengklaimnya secara penuh.  Sementara Cina juga mengendalikan sebagian kecil wilayah yang diperebutkan, tetapi India dan Pakistan yang telah berperang dua kali atas Kashmir.

Menurut beberapa kelompok hak asasi manusia, ribuan orang telah meninggal dalam konflik di wilayah tersebut sejak 1989.(RTG/CK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here