Anggota Komisi VIII DPR, Rahayu Saraswati (depan). Foto: Dok. AILA

Oleh: Suandri Ansah

Kawanuaiainside.com, Jakarta – DPR RI mengaku serba salah dengan adanya pro-kontra terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Anggota Komisi VIII, Diah Pitaloka mengaku bahwa pembahasan RUU ini tak mudah.

““Kami ini serba salah. Jika melakukan pembahasan RUU dibilang lambat. Jika memutuskan RUU dibilang terlalu terburu-buru,” ujarnya saat menerima audiensi Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia kemarin (17/9).

“Ibu–ibu harus paham, bahwa mensahkan sebuah RUU perlu pertimbangan yang panjang dan diskusi yang panjang. Maka menurut kami, jika ada masyarakat yang menolak, RUU ini tidak baik-baik saja,” imbuhnya.

Dia menyatakan bahwa RUU ini akan kembali dimatangkan pada periode berikutnya. Anggota Fraksi PDI-P ini berjanji akan merampungkan dan segera disahkan pada pada periode yang akan datang.

Senada anggota Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati menegaskan akan membawa RUU ini pada periode kerja parlemen selanjutnya. Bahkan, dia mengaku bahwa RUU ini belum pernah dilakukan pembahasan.

“Saya masih ingat kok tahun 2017 ibu – ibu AILA datang ke kantor saya untuk menyerahkan DIM. Nah bagaimana mau dilihat itu DIM nya, Bu. Wong pembahasannya saja tidak pernah dilakukan,” katanya.

“Kami ini mau diskusi, mau mendengar aspirasi masyarakat. Tapi bagaimana mau diskusi jika pembahasannya saja tidak pernah dilakukan. Ini kan bikin pusing. Makanya, kami menyarankan untuk cary over saja ke periode berikutnya,” imbuh Rahayu. (*/RTG/Dry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here