Ruas-ruas jalan di Kotamobagu diterangi oleh Monuntul rumah warga

Oleh: Pratama Milan

kawanuainside.com, Manado – Umat Muslim di Kota Kotamobagu mulai melaksanakan tradisi Monuntul (menerangi). Monuntul yaitu tradisi memasang lampu botol berbahan bakar minyak tanah di depan rumah. Tradisi ini dilaksanakan malam Ramadan ke- 27 hingga 29.

Dengan  adanya Monuntul hampir seluruh wilayah Kotamobagu terang benderang dengan cahaya yang dipancarkan lampu botol.

Umat Muslim Kotamobagu meyakini tradisi Monuntul kental dengan nilai agama. Karena itu setiap menggelar Monuntul masyarakat secara sukarela menyalakan lampu dan menyediakan minyak tanah sendiri.

Menariknya, pada tahun ini Monuntul kembali diperlombakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Hal itu pula membuat pemerintah dan masyarakat di seluruh kelurahan/desa berlomba membuat berbagai kreasi.

Agar lebih menarik, tata letak dan kreasi lampu botol dibuat berbagai macam formasi. Misalnya membentuk gambar masjid, tulisan Alquran dan kaligrafi lainnya.

Lampu yang digunakan untuk Monuntul umumnya terbuat dari botol atau kaleng bekas yang bagian tutupnya dipasangi sumbu kompor.

Sande, salah satu warga Kotamobagu, mengatakan umat Muslim Kotamobagu memasang lampu atau Monuntul, tujuannya agar memudahkan masyarakat datang membayar atau membagikan zakat fitrah pada malam hari.

“Tradisi ini sudah turun temurun,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara mengatakan Monuntul bermaksud sebagai penanda datangnya Hari Raya Idul Fitri.

“Kalau Idul Fitri sudah dekat, artinya jiwa dan hati kita harus kembali bersih, serta terang benderang seperti makna pemasangan lampu ini,” ujar Tatong di Kotamobagu, Senin (3/6). (Lan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here