Daniel Mewengkang

Oleh Ronald Ginting |

kawanuainside.com, Manado – Dinas Pariwasata (Dispar) Sulawesi Utara (Sulut) mengaku turunnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) akibat kenaikan harga tiket pesawat. Kini mereka (Dispar) tengah mencari solusi dengan memperbanyak kegiatan resmi di Manado guna mendongkrak kembali jumlah wisatawan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang mengatakan, hingga Juni penurunan jumlah kunjungan wisnus diperkirakan mencapai 40 persen. Hal ini, lanjutnya, merupakan imbas dari kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi sejak akhir tahun lalu.

“Penurunan secara keseluruhan, pintu masuk ke airport, ini sudah 40 persen, masalahnya kan harga tiket pesawat saat ini mahal,” kata Daniel, Sabtu (22/6).

Dia menjelaskan, untuk menyiasati hal itu Pemprov Sulut berusaha menggelar banyak acara yang bersifat resmi di Manado, karena penyelenggaraan acara seperti itu tidak terlalu terpengaruh dengan naik turunnya harga tiket pesawat.

“Maka itu, jalan keluarnya pak Gubernur membuat banyak acara di sini, acara yang sifatnya official, karena kalau yang official kan tidak bicara soal harga, kalau dia yang bukan official tentu price yang diingat,” jelasnya.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman masih tumbuh positif hingga April lalu. Menurutnya, bisnis para pelaku industri pariwisata yang menyasar wisman, China khususnya, masih relatif stabil.

“Kalau wisman itu masih stabil, yang berat ini yang wisnus, hotel-hotel yang tidak punya market wisatawan mancanegara ini contohnya yang agak berat,” tuturnya.

Menengok data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, jumlah kunjungan wisman ke Sulut pada April mencapai 10.906 orang, meningkat 6,92 persen secara tahunan. Adapun, secara tahun berjalan total kunjungan wisman sepanjang Januari-April mencapai 43.833 orang.

Lebih lanjut, Kepala BPS Sulut Ateng Hartono menjelaskan dari jumlah wisman itu, 10.196 di antaranya merupakan wisman berpaspor China. Dia menuturkan, rata-rata jumlah kunjungan wisman ke Sulut sepanjang April mencapai 340 orang.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pertumbuhan positif tidak hanya terjadi pada wisman saja, namun wisnus juga berpotensi mengalami peningkatan pada bulan tersebut. Hal itu, lanjutnya, dilihat dari data pergerakan transportasi udara sepanjang April.

Dia menuturkan, pada April jumlah pesawat yang datang dari ataupun yang berangkat dari Bandara Sam Ratulangi meningkat pesat dibandingkan bulan sebelumnya. Mayoritas penerbangan itu, lanjutnya, merupakan penerbangan domestik.

Jumlah penumpang juga menunjukkan pertumbuhan positif secara bulanan. Dia menerangkat jumlah penumpang yang berangkat dari Manado. Jumlah penumpang datang mencapai 120.108 orang, sedangkan penumpang berangkat 121.920 orang.

“Data tranportasi udara ini menarik, jumlah penumpang pada april lebih tinggi dibandingkan Maret, tetapi kalau kita lihat kumulatifnya, sampai januari sampai April masih di bawah 2018. Kenapa? Karena salah satunya harga tiket yang sangat jauh sekali,” jelasnya.

Dia mengatakan, peningkatan tersebut kemungkinan disebabkan oleh perayaan keagamaan Nasrani yang terjadi pada April, khususnya paskah dan Jumat Agung. Namun, dia memprediksi tren peningkatan itu tidak akan berlanjut pada Mei.

“Pada April itu ada Jumat Agung dan Paskah, daya tarik ini sangat besar sekali di kota Manado. Walaupun sangat mahal tiketnya, tapi tetap banyak yang datang. Tetapi, Mei bisa jadi turun lagi, pada saat mudik lebaran juga aktivitas di bandara tidak tinggi,” katanya. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here