Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada ahli waris dari enam orang tokoh di Istana Negara Jakarta, Jumat (8/11). Foto: Antara

Oleh: Azhar AP

Kawanuainside.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam orang tokoh. Gelar pahlawan nasional ini diberikan menjelang peringatan Hari Pahlawan, pada 10 November.

Enam tokoh tersebut adalah Ruhana Kudus dari Sumatera Barat, Sultan Himayatuddin Oputa Yii Ko dari Sulawesi Tenggara, Prof KH Abdoel Kahar Moezakir dan Prof M Sardjito dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Alexander Andries (AA) Maramis dari Sulawesi Utara, dan KH Masjkur Provinsi Jawa Timur.

“Presiden Republik Indonesia menganugerahkan gelar pahlawan nasional sebagai penghargaan dan penghormatan tinggi atas jasa-jasa yang luar biasa, yang semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan polutik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut dan mengisi kenerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian Sekretaris Militer, Mayor Jenderal TNI Suharyanto, membacakan petikan keputusan presiden di Istana Negara Jakarta, Jumat (8/11).

Keenam tokoh tersebut ditetapkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keppres No 120/TK/2019 tertanggal 7 November 2019. Jokowi lalu memberikan langsung tanda kehormatan tersebut kepada ahli waris para pahlawan.

Hadir juga dalam pemberian anugerah pahlawan tersebut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para menteri kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjanjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan pejabat tinggi negara lainnya. (RTG/Aza/Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here