BRS di Kantor BPS Sulut pada hari ini (5/11)

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Jumlah angkatan kerja Sulawesi Utara pada Agustus 2019 tercatat sebanyak 1,21 juta orang dan yang bekerja ada 1,13 juta orang. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Sulut sebesar 63,87%, naik 0,86 poin dari Agustus 2018.

Kepala BPS Sulut Ateng Hartono menjelaskan dari angka itu, masih ada diskrepansi TPAK laki-laki dan perempuan, meskipun TPAK perempuan tercatat mengalami sedikit kenaikan (0,01 poin) selang Agustus 2018-Agustus 2019.

“Persentase penduduk yang bekerja di kegiatan informal ada sebanyak 616,60 ribu orang (54,49%), menurun 0,84 poin dibanding Agustus 2018,” papar Ateng di Kantor BPS Sulut, Selasa (5/11).

Ditegaskan Ateng ada penurunan angka pengangguran 0,61 poin bila dibanding Agustus 2018. “Dari 6,8% turun ke 6,2% angka penganggurannya,” sebut Ateng menambahkan.

Dari 1,13 juta orang yang bekerja, 6,46% termasuk kategori setengah pengangguran dan 16,68% adalah pekerja paruh waktu. BPS Sulut mencatat juga bahwa tiga wilayah di Sulut yang mengoleksi pengangguran terbanyak yakni Manado, Bitung, dan Tomohon.

“Manado angka penganggurannya 10,46% naik 0,08 poin dibanding 2018. Bitung walau menurun dari 11,21% menjadi 9,80% tapi masih di posisi kedua mengoleksi pengangguran di Sulut. Hampir sama juga dengan yang terjadi di Tomohon yang turun jumlahnya dari 8,22% menjadi 7,75%,” terang Ateng.

Dari segi tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pengangguran tertinggi yaitu lulusan SMK. Diikuti oleh SMA, dan perguruan tinggi. “Tapi dibanding setahun lalu, untuk SMK dan SMA turun masing-masing 1,67 poin dan 1,77 poin. Nah yang mengejutkan justru lulusan Perguruan Tinggi mengalami kenaikan sampai 2,40 poin,” tutup Ateng. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here