Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Penghentian sementara kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) dari Cina ke Sulawesi Utara (Sulut) pada akhir Januari 2020 sangat berdampak pada jumlah wisman sepanjang Februari. Terbukti Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut mencatat penurunan jumlah wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi Februari 2020 sebanyak 92,58% dibanding Januari 2020.

“Wisman yang mengunjungi Sulut pada Februari lalu hanya berjumlah 929 orang, atau secara month to month menurun 92,58% (MtoM) dibanding
bulan Januari 2020. Nah saat dibandingkan pada bulan yang sama (Februari) tahun 2019 juga merosot hingga 91,78%,” ujar Kepala BPS Sulut Ateng Hartono, saat penyampaian Berita Resmi Statistik secara daring, Rabu (1/4).

Secara kumulatif, Ateng menjelaskan, jumlah wisman yang melancong ke Sulut hingga Februari 2020 baru mencapai
13.445 orang. “Ini berarti terjadi penurunan jumlah kedatangan wisman dibandingkan jumlah wisman secara kumulatif pada bulan
Februari di 2019 silam yang berada di angka 22.166 orang,” ungkap Ateng.

Wisatawan mancanegara yang datang didominasi oleh warga Jerman sebanyak
162 orang (17,44%), diikuti oleh Amerika 69 orang (7,43%), Philipina 64 orang (6,89%), Inggris 55 orang (5,92%), Singapura 49 orang (5,27%), Belanda 49 orang (5,27%), Australia 49 orang (5,27%), Perancis 46 orang (4,95%), Jepang 42 orang (4,52%).

“Untuk wisman dari Cina ada juga yang datang, dengan jumlah 28 orang atau 3,01% dari jumlah keseluruhan wisman yang datang ke Sulut,” tukas dia. (RTG)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here