Oleh: Eko P

Kawanuainside.com, Jakarta – Dunia maya masih diramaikan tagar #BUBARKANBANSER yang menyuarakan tuntutan agar ormas ini segera dibubarkan pemerintah. Hingga pukul 07.00 WIB tagar ini disuarakan lebih dari 163 ribu cuitan.

Tuntutan pembubaran Banser ini ramai berawal dari pernyataan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih asal Papua, Yorris Raweyai, yang menyampaikan adanya tujuh tuntutan masyarakat Sorong dan Manokwari yang salah satu poinnya meminta Banser dibubarkan. Yorris menyatakan tuntutan ini disampaikan masyarakat adat kala menerima utusan Presiden Jokowi yakni Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Pemerintah harus segera bubarkan ormas Banser dari negara Republik Indonesia,” kata Yorris mengutip salah satu tuntutan masyarakat Papua, Ahad (25/8).

Merujuk laman resmi Nahdlatul Ulama online (nu.or.id) dalam Peraturan Organisasi (PO) Pasal 23, Banser disebut sebagai organisasi yang bersifat keagamaan, kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, dan bela negara.

Banser juga memiliki beberapa satuan khusus, di antaranya Densus 99 Asmaul Husna, Banser Tanggap Bencana (Bagana), Banser Relawan Kebakaran (Balakar), Banser Relawan Lalulintas (Balantas), Banser Kesehatan (Banser Husada), Banser Maritim (Baritim), dan Banser Protokoler.

Berikut daftar satuan khusus dan unit lain yang sejenis dalam Banser dan tugasnya.

1. Detasemen Khusus 99 Asmaul Husana (Densus 99)

Detasemen Khusus 99 Asmaul Husna selanjutnya disingkat Densus 99 bertugas mengamankan program-program keagamaan dan program-program sosial kemasyarakatan sebagai partisipasi GP Ansor kepada negara dalam menghadapi tantangan global dan upaya memerangi radikalisme agama dalam berbagai bentuk.

2. Satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana)

Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana merupakan satuan khusus Banser yang mengemban amanah melaksanakan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor serta memiliki kualifikasi khusus di bidang penanggulangan bencana. Fungsi dan tanggung jawabnya adalah pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi.

3. Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Penanggulangan Kebakaran (Balakar)

Satuan ini berfungsi dalam penanggulangan bahaya kebakaran, tanggap darurat dan rehabilitasi.

4. Satuan Khusus Banser Lalu Lintas (Balantas)

Satuan ini berfungsi dalam penanganan peristiwa lalu lintas dan transportasi jalan, serta pengurangan risiko kecelakaan, guna terwujudnya kelancaran dan ketertiban berlalu lintas.

5. Barisan Ansor Serbaguna Husada (Basada)

Basada adalah satuan khusus Banser yang mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor dan masyarakat.

6. Barisan Ansor Serbaguna Protokoler (Banser Protokoler)

Satuan ini berfungsi mengatur, menata, dan mengelola acara kenegaraan, organisasi atau acara resmi sesuai dengan perencanaan kegiatan. Dengan tugas merencanakan, mempersiapkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan keprotokolan di GP Ansor dan Banser.

7. Barisan Ansor Serbaguna Maritim (Baritim)

Baritim adalah satuan khusus yang mengemban fungsi dan tugas pengamanan, pemeliharaan, pelestarian, dan konservasi wilayah Maritim NKRI.

Selain satuan khusus tersebut, Banser memiliki Corp Provost Banser (CPB). Tak seperti enam satuan khusus lainnya, korps pasukan ini lebih berurusan dengan internal organisasi. Ia berfungsi menegakkan marwah, etika dan disiplin organisasi di internal kesatuan Banser.

Sebenarnya, Banser masih memiliki dua satuan khusus lagi. Yakni, Satuan Khusus Banser Anti-Narkoba (Baanar) dan Banser Kepanduan. Namun, dalam Konbes Ansor, disepakati dua satuan itu masuk di lembaga GP Ansor bersama dengan Rijalul Ansor.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menyebut tuntutan pembubaran Banser, bukan murni keinginan masyarakat setempat.

“Kami tahu siapa yang sedang bermain,” kata Gus Yaqut. (RTG/EP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here