Ilustrasi

Oleh Danny Mahmud |

kawanuainside.com, Manado – Usaha sarang walet makin marak. Harga sarang walet dari waktu ke waktu pun meningkat. Akan tetapi, untuk mendapatkannya saja, bukan perkara mudah. Padahal, burung penghasil liur “emas” itu sering kali keluar masuk.

Hal tersebut diduga karena aroma ruangan yang menyebabkan walet enggan singgah di rumah dan membuat sarang. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan pemikat walet.

Ramuan aroma pemikat walet berbahan dasar kotoran walet ini bisa dengan mudah Anda dapatkan di toko sarana walet. Meski begitu, kotoran harus segar dan tidak tercampur dengan kotoran binatang lain seperti kambing atau kelelawar.

Kotoran walet direndam dan diamkan semalaman agar terjadi reaksi antarkeduanya. Setelah itu, rendaman kotoran walet tersebut disaring dengan kain kasa, dikenal dasar aroma tembok (DAT).

Air itu kemudian disemprotkan ke seluruh permukaan dinding dalam ruangan dengan dosis 10 liter/50m2. Penyemprotan cukup sekali dilakukan ketika bangunan selesai. Fungsinya sekadar menghilangkan aroma tembok.

Berikutnya, meramu pemikat walet. Air saringan kotoran walet dan minyak ikan dengan perbandingan 30:20 diaduk rata. Larutan itu disemprotkan 10 hari setelah DAT. Dosisnya 10 liter/50m2. Penyemprotan diulang kembali setiap 50 hari.

Waktu yang tepat pemakaian aroma pemikat, yakni pada Agustus—September ketika walet-walet muda terbang ke luar rumah untuk mencari makan sekaligus pasangan. Ini berlaku untuk rumah walet di daerah lintasan. (DNI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here